Melalui Laboratorium Kewirausahaan FTP, mahasiswa juga dilatih langsung menerapkan ilmu seperti GMP, HACCP, K3, serta penerapan circular economy dalam UMKM.
Model kolaborasi ini menguntungkan kedua pihak: mahasiswa dapat belajar langsung dari praktik lapangan, sementara UMKM mendapat pendampingan teknologi, manajemen, dan digitalisasi. “Mahasiswa tidak perlu membangun dari nol, mereka masuk ke UMKM yang sudah ada dan membantu transformasi,” tambahnya.
Dukungan datang dari Kepala Diskumperindag Kota Batu, Aries Setiawan, yang menyebut kolaborasi ini berdampak besar. “Lebih dari 86 persen PDRB Kota Batu disumbang sektor UMKM. Mahasiswa FTP telah banyak membantu mengembangkan usaha binaan kami,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa FTP, Danar Wijaya, membagikan pengalamannya saat mendampingi UMKM Fida Accessories. “Kami bantu rebranding kemasan dan mendigitalisasi pemasaran mereka. Pengalaman ini sangat membuka wawasan kami,” tuturnya.
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung
Sementara itu, Wakil Rektor I UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., menilai seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk kontribusi UB dalam menjembatani keilmuan kampus dengan kebutuhan masyarakat. “Ini selaras dengan semangat Kampus Berdampak. Akademisi, inovasi, dan masyarakat terhubung dalam satu forum konkret,” ungkap Prof. Imam.












