Example floating
Example floating
Life Style

Festival Golo Koe 2023: Kejutan Spektakuler yang Tak Terlupakan!

Alfi Fida
×

Festival Golo Koe 2023: Kejutan Spektakuler yang Tak Terlupakan!

Sebarkan artikel ini
Festival Golo Koe 2023: Kejutan Spektakuler yang Tak Terlupakan!
Festival Golo Koe 2023: Kejutan Spektakuler yang Tak Terlupakan!

MEMO

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara telah memukau ribuan peserta dari berbagai komunitas dan lembaga dalam perhelatan spektakuler yang digelar di Labuan Bajo. Kolaborasi antara Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan berbagai lembaga terkait telah menciptakan platform inklusif yang menggabungkan pariwisata, budaya, dan ekonomi dalam sebuah harmoni yang luar biasa.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Kolaborasi Pariwisata, Budaya, dan Ekonomi di Festival Golo Koe 2023

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara akan diadakan kembali pada tanggal 10 hingga 15 Agustus yang akan datang di Wilayah Marina Waterfront City Labuan Bajo.

Event kolaboratif antara Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) ini akan diikuti oleh sebanyak 1.500 peserta yang berasal dari 86 komunitas dan lembaga di wilayah Keuskupan Ruteng.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Festival Golo Koe 2023, Kolaborasi Pariwisata, Budaya, EkonomiTidak hanya itu, jumlah sekitar 152 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga akan turut serta dalam perhelatan festival keagamaan Katolik ini.

“Kami berharap kehadiran puluhan ribu umat Katolik dan para wisatawan juga akan ikut memeriahkan festival ini. Pada edisi tahun ini, juga akan ada pekan pameran yang diikuti oleh 152 UMKM dari tiga Kabupaten di Keuskupan Ruteng, yakni Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur. Mereka berasal dari beragam paroki, lembaga, komunitas, etnis, dan kelompok keagamaan,” demikian dijelaskan oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, yaitu dr. Yulianus Weng, M.Kes, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Festival Golo Koe 2023.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

Selain itu, dr. Weng juga memberi penjelasan bahwa acara Festival Golokoe ini dalam jangka panjang akan dicanangkan untuk termasuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) yang diawasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal ini bertujuan agar promosi terhadap acara ini dapat mencapai audiens yang lebih luas.

“Kami sudah melakukan koordinasi terkait Festival Golo Koe dengan Kementerian Parekraf, dan rencananya tahun depan, acara ini akan menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN). Dengan begitu, promosi untuk acara ini bisa menjangkau khalayak yang lebih besar,” terang dr. Weng.

Seiring dengan pelaksanaan Tahun Pastoral Ekonomi Berkelanjutan 2023, yang mengusung tema Ekonomi SAE: Sejahtera, Adil, dan Ekologis, yang juga menjadi tema Festival Golo Koe tahun ini, Keuskupan Ruteng telah berkomitmen untuk mewujudkan nilai-nilai ini melalui beragam konten sosial dan budaya yang diwujudkan dalam bentuk pekan seni budaya.

Pekan seni ini akan menampilkan kekayaan dan keunikan dari budaya Manggarai Raya, Flores, dan Indonesia secara umum.

Dampak Ekonomi Lokal dan Pemberdayaan UMKM dalam Festival Golo Koe

Tidak hanya itu, aspek kegiatan yang peduli terhadap lingkungan juga akan dilakukan, seperti penanaman bakau di perairan laut serta penanaman pohon di sekitar Labuan Bajo. Selain itu, akan ada kegiatan sosial berupa pembagian sembako untuk kelompok rentan dan penyediaan alat tulis bagi anak-anak sekolah.

Menurut Romo Martin Cen, Pr. Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, Festival Golokoe 2023 diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi melalui partisipasi UMKM, ketersediaan kamar hotel, pergerakan pasar kuliner, layanan transportasi, dan berbagai layanan lainnya.

“Melalui penyelenggaraan Festival Golokoe pada tahun-tahun sebelumnya, masyarakat telah merasakan manfaatnya melalui penjualan hasil pertanian seperti sayuran dan buah-buahan organik dalam skala besar. Selain itu, ada juga dampak dalam hal pemahaman budaya, terutama bagi anak-anak yang dapat lebih luas mengenal budaya Manggarai. Namun yang lebih penting adalah dampak dalam hal persatuan dan persaudaraan bagi umat,” papar Romo Martin Cen.

Mendekati pelaksanaan Festival Golokoe 2023, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), yaitu Shana Fatina, menyatakan dukungannya terhadap acara tahunan ini. Menurut Shana, Festival Golo Koe adalah cerminan dari upaya pariwisata yang inklusif.

“Kami melihat bahwa Festival Golo Koe menjadi pertemuan dan kolaborasi antara berbagai komunitas, yang merupakan inti dari konsep pariwisata inklusif yang tumbuh dari bawah. Pariwisata Labuan Bajo adalah semangat dari seluruh elemen, stakeholder, dan masyarakat, di mana semua berpartisipasi aktif dan berkontribusi untuk tujuan bersama yang lebih besar. Festival Golo Koe menjadi simbol toleransi dan keberagaman Labuan Bajo sebagai gerbang pariwisata NTT. Melalui event ini, kita juga dapat mengenalkan potensi budaya khas, produk lokal, dan menghubungkan rantai nilai pariwisata yang memberikan manfaat kepada wilayah terpencil,” ungkap Shana.

Acara ini akan mencakup sejumlah agenda utama seperti Festival Parade Etnik dan Tarian Kolosal Tiba Meka, Konser Musik, Pentas Seni Nuca Lale, Pameran Ekraf, Kegiatan Sosial Karitatif, Ziarah dan Ibadat, serta Prosesi Akbar dan Ekaristi Agung Maria Assumpta Nusantara.

Dampak Luar Biasa Festival Golo Koe 2023: Pariwisata, Budaya, dan Ekonomi Berkolaborasi

Dengan demikian, Festival Golo Koe 2023 telah membuktikan bahwa kolaborasi antara agama, budaya, dan ekonomi bisa menghasilkan dampak yang sungguh luar biasa. Dari promosi pariwisata inklusif hingga pemberdayaan ekonomi lokal dan nilai-nilai sosial yang terjalin, festival ini adalah contoh nyata bagaimana kerjasama yang kokoh dapat membawa perubahan positif bagi sebuah komunitas.

Melalui keberagaman, toleransi, dan semangat persatuan, Festival Golo Koe telah melukiskan gambaran gemilang masa depan yang lebih cerah bagi Labuan Bajo dan NTT pada umumnya.