Example floating
Example floating
inspirasiJatim

Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2023: Mendorong Pembangunan Berkelanjutan di Banyuwangi

Avatar
×

Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2023: Mendorong Pembangunan Berkelanjutan di Banyuwangi

Sebarkan artikel ini
Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2023 Mendorong Pembangunan Berkelanjutan di Banyuwangi

MEMO, Bnyuwangi: Pelaksanaan Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2023 di Banyuwangi telah menjadi komitmen kuat dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan menghargai kearifan lokal.

Festival ini, yang dihadiri oleh arsitek nasional ternama, berfokus pada arsitektur ramah lingkungan dan adaptif yang dapat memperkuat nilai-nilai kearifan lokal serta menjadi landmark yang membanggakan bagi Banyuwangi.

Baca Juga: Dansatgas TMMD ke-127 Sekaligus Dandim 0809/Kediri Tinjau Langsung Sasaran Pembangunan di Desa Gadungan

Selain itu, Direktur Aga Khan Award for Architecture memberikan apresiasi atas visi kuat Banyuwangi dalam mengembangkan arsitektur yang berkelanjutan.

Bandara Banyuwangi, yang memenangkan penghargaan bergengsi tersebut, menjadi bukti nyata dari kesuksesan arsitektur berkelanjutan di Banyuwangi.

Baca Juga: Reses M Hadi DPRD Jatim Asal Golkar Temukan Keluhan Warga Atas Kurang Singkronnya Kebijakan Walkot Kediri dengan Kadis

Konferensi Arsitektur Nusantara: Kolaborasi Arsitek Nasional di FAN 2023 Banyuwangi

Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2023 yang diadakan di Banyuwangi merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam pembukaan konferensi Arsitektur Nusantara yang berlangsung di Gedung Juang ’45 pada Sabtu (24/6/2023), sebagai bagian dari rangkaian acara FAN 2023.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Visi Kuat Pemkab Banyuwangi dalam Festival Arsitektur Nusantara 2023

Bupati Ipuk mengungkapkan, festival ini bertujuan untuk memperkuat tren arsitektur ramah lingkungan dan berkelanjutan di kalangan masyarakat Banyuwangi.

Konferensi tersebut dihadiri oleh beberapa arsitek nasional yang juga terlibat dalam pengembangan Banyuwangi, seperti Andra Matin, Adi Purnomo, Budi Pradono, dan Yori Antar.

Menurut Ipuk, kehadiran para arsitek dari seluruh Indonesia dalam konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide baru untuk desain bangunan yang adaptif. Ia berharap bahwa melalui konferensi ini, pengetahuan mengenai pentingnya arsitektur dalam semua sektor dapat diperoleh.

Ipuk menambahkan bahwa arsitektur harus mampu menjadi landmark yang memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, sehingga dapat menjadi identitas yang diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menyatakan, “Semua landmark yang ada di Banyuwangi harus mencerminkan kearifan lokal. Keunikan tersebut memberikan kebanggaan terhadap budaya kita dan menarik minat wisatawan dan investor yang pada akhirnya menjadi katalis bagi pertumbuhan dan kemajuan Banyuwangi.”

Sementara itu, Direktur Aga Khan Award for Architecture, Farrokh Derakhsani, mengungkapkan kekagumannya terhadap visi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Menurutnya, visi yang kuat sangat penting karena dapat bertahan dan menginspirasi generasi mendatang.

Farrokh mengunjungi Banyuwangi sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Bandara Banyuwangi dalam memenangkan Aga Khan Award for Architecture, salah satu penghargaan prestisius di dunia arsitektur, pada November 2022.

Bandara Banyuwangi berhasil mengungguli 463 nominasi bangunan dengan arsitektur terbaik dari seluruh dunia.

Ia menambahkan bahwa Arsitektur Banyuwangi berhasil mewujudkan ide pembangunan yang berkelanjutan. “Sesuatu yang bertahan adalah sesuatu yang dibuat. Kami telah melihat bagaimana kota ini mampu menerjemahkan kearifan lokal dan kesadaran lingkungan dalam ruang yang sama,” pujinya.

Farrokh juga mengajak seluruh masyarakat dunia untuk datang dan menikmati keindahan Banyuwangi. “Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat dunia untuk datang ke Banyuwangi,” ajaknya.

Sebelumnya, telah diadakan diskusi dan lokakarya mengenai peran arsitektur sebagai katalis di Pendopo Sabha Swagata Blambangan pada Jumat (23/6/2023). Di tempat tersebut, juga diselenggarakan pameran desain bangunan publik yang akan dibangun di Banyuwangi dengan mengedepankan arsitektur lokal.

Pengunjung juga dapat menikmati karya arsitektur yang dipamerkan. Di Gedung Juang, dipamerkan desain Bandara Banyuwangi yang dirancang oleh Andra Matin. Pengunjung dapat mengetahui sejarah dan proyeksi pengembangan Bandara Banyuwangi di masa depan.

Puncak acara diakhiri dengan perayaan kemenangan Bandara Banyuwangi dalam ajang Aga Khan Award for Architecture 2022. Direktur Aga Khan Award memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Bandara Banyuwangi.

Pelaksanaan Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2023 di Banyuwangi menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan mempertahankan kearifan lokal.

Melalui konferensi yang melibatkan arsitek nasional dan pameran desain bangunan, FAN 2023 berhasil menyuarakan ide-ide baru dalam desain bangunan adaptif yang ramah lingkungan.

Selain itu, kesuksesan Bandara Banyuwangi dalam Aga Khan Award for Architecture menjadi bukti nyata dari peran penting arsitektur berkelanjutan dalam pertumbuhan dan kemajuan Banyuwangi.

Dengan demikian, Banyuwangi terus menjadi destinasi yang menarik minat wisatawan serta menunjukkan potensi sebagai kawasan yang berkomitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan.