Menurut Eko, cara berkomunikasi merupakan manifestasi dari suatu peradaban. Di masa sekarang, menurut dia, tujuan
komunikasi tidak lagi sekadar menyampaikan pesan tetapi juga dapat mendorong atau memengaruhi seseorang untuk
melakukan sesuatu, bahkan meskipun itu negatif sekalipun.
“Kekuatan bahasa itu sekarang adalah untuk memobilisasi untuk mempengaruhi untuk membuat orang lain melakukan sesuatu
dan ketika action yang diinginkan adalah hal-hal yang negatif nampaknya wajib untuk kita introspeksi,” kata dia.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Sementara itu, Pendiri Lembaga Kupuku Indonesia Joseph Dharmabrata memandang bahwa generasi muda harus menyiapkan
diri dengan beberapa kompetensi untuk menghadapi segala permasalahan yang terjadi di dunia.
Beberapa kompetensi itu di antaranya memiliki rasa ingin tahu dan peduli terhadap informasi yang didapatkan, memiliki
kemampuan berpikir kritis, memiliki kemampuan untuk berinovasi, membekali diri dengan literasi, hingga mendorong dan
membangun kolaborasi atau gotong royong di masyarakat.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
“Dan itu akan sangat membantu bagaimana menyiapkan the man behind the gun supaya segala permasalahan paling tidak
diredam dan dikurangi karena generasi muda sendiri itu sadar bahwa dia perlu hal itu,” kata Joseph












