Jenazah ANM langsung dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD dr. Darsono Pacitan untuk proses identifikasi. Setelah itu, korban disalatkan dan dimakamkan di Kabupaten Mojokerto bersama dua korban lainnya yang ditemukan sebelumnya, yakni AAK (10) dan AAAT (11).
Kronologi Insiden Maut di Muara Sungai Grindulu
Sebelumnya, korban pertama, berinisial AM (45), ditemukan sehari setelah kejadian, pada Jumat (20/6/2025). Keempat korban ini berasal dari satu keluarga dan sempat mengunjungi Pondok Pesantren Tremas, Arjosari, sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke Pantai Pancer Door.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (19/6/2025) saat kelima wisatawan bermain air di muara Sungai Grindulu. Tiga anak terseret arus saat bermain, dan AM yang berusaha menolong mereka, justru ikut tenggelam. Dalam insiden memilukan ini, hanya satu anak yang berhasil selamat.
Operasi pencarian melibatkan puluhan personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, BPBD Pacitan, TNI AL, Polairud, relawan SAR, serta warga sekitar.
Tim melakukan penyisiran intensif di area darat dan laut menggunakan perahu karet dan tim darat untuk menemukan para korban. Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya bermain di area muara sungai yang berarus kuat.












