Akses internet dianggap krusial untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama di daerah terpencil yang sering kali memiliki akses internet terbatas. Dari sekitar 10 ribu puskesmas di Indonesia, sebanyak 2.700 puskesmas menghadapi masalah konektivitas, sementara 700 puskesmas lainnya sama sekali tidak memiliki akses internet. Starlink diharapkan dapat diakses di 3.400 puskesmas di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang tersebar di 7.000 pulau di Indonesia.
“Internet yang merata di seluruh provinsi akan mendukung digitalisasi layanan kesehatan dan pendidikan di Indonesia. Kami berharap Starlink dapat mendukung optimalisasi layanan kesehatan digital, memungkinkan telemedicine di daerah terpencil,” ujar Jaya Negara.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Meskipun internet fiber optik memiliki keunggulan dalam kecepatan, jangkauannya terbatas di wilayah perkotaan. Sementara itu, internet berbasis satelit seperti Starlink diperlukan untuk wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau oleh fiber optik, meskipun rentan terhadap gangguan cuaca.
Elon Musk menyebutkan bahwa saat ini Starlink telah mengorbit sekitar 5.000 satelit di luar angkasa. “Jika langkah awal ini berhasil, Starlink dapat dikembangkan lebih luas untuk masyarakat, meminimalisir penggunaan kabel dengan operasi berbasis satelit,” tambahnya.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer
Transformasi Layanan Kesehatan dengan Starlink: Inovasi Elon Musk di Indonesia
Pengenalan Starlink di Puskesmas Pembantu Desa Sumerta Kelod, Denpasar, adalah tonggak penting bagi layanan kesehatan Indonesia. Dengan lebih dari 5.000 satelit mengorbit, Starlink mampu mengatasi tantangan konektivitas di daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau oleh infrastruktur konvensional. Ini tidak hanya meningkatkan akses telemedicine, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat pedesaan untuk terlibat dalam ekonomi digital global.












