Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan sebagai salah satu pendongkrak ekonomi
desa menjadi sasaran dalam pencapaian SDGs Desa Tujuan kedelapan, yakni pertumbuhan ekonomi desa merata.
“Pengembangan desa wisata yang memadukan tujuan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga budaya lokal tetap lestari
menjadi pendukung kebangkitan ekonomi warga, serta menjadi jalan bagi pencapaian tujuan SDGs Desa ke-18, yakni
Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif,” tutur Gus Halim, demikian ia biasa disapa.
Dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi desa, ia mengatakan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha
Milik Desa Bersama (BUMDesma) memiliki peran penting.
Ia mengemukakan, sepanjang tahun 2015-2022 Dana Desa telah dialokasikan sebesar Rp4,9 triliun sebagai BUMDesa.
Hasilnya, Kemendes PDTT mencatat ada Rp1,4 triliun pendapatan asli desa yang bersumber dari pembagian hasil keuntungan BUMDes di 51.134 desa.