MEMO – Langkah pemerintah dalam mempercepat proses pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), dengan target pelantikan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada bulan Juni 2025 dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada Oktober 2025, ternyata menyimpan kaitan erat dengan upaya efisiensi anggaran negara. Hal ini diungkapkan oleh Yogi Suprayogi Sugandi, seorang Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Padjajaran.
Menurut pandangannya, perubahan alokasi anggaran sebelumnya lebih diprioritaskan untuk program-program unggulan seperti pemberian makan bergizi gratis dan pembayaran utang negara yang jatuh tempo. Situasi ini mengakibatkan tertundanya alokasi anggaran untuk pengangkatan CASN, yang akhirnya mendorong percepatan proses rekrutmen pada tahun ini.
Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah
“Meskipun Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) menyampaikan bahwa percepatan ini tidak terkait dengan efisiensi anggaran, namun alasan penataan di instansi dan lembaga? Itu kan alasan yang kurang masuk akal,” ujarnya dalam sebuah diskusi bersama PRO3 RRI pada Senin (17 Maret 2025).
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar percepatan ini dapat berjalan seiring dengan visi dan misi Presiden serta kepala daerah terpilih. Evaluasi jabatan, beban kerja, serta kebutuhan riil daerah menjadi faktor krusial untuk memastikan proses rekrutmen berjalan secara optimal dan tepat sasaran.












