Sementara Kadin Lumajang Kubu Mulyadi, mengatakan Agus Setiawan adalah Kadin dengan para pemimpin pusat Oesman Sapta Odang (OSO). “Mereka (KADIN) versi OSO,” katanya.
Ini akan tetap menjadi jalan meskipun ada dualisme di Lumajang dengan mengikuti instruksi pemimpin pusat. “Kami menganggap mereka tidak ada. Karena kami berjalan di atas rel kami sendiri,” katanya.
Sementara Mulyadi ketika dikonfirmasi, menegaskan, dua Kadin di Lumajang bisa kedua jalan. “Menurut pendapat saya, keduanya bisa berjalan. Kadin kami yang baru muncul tidak akan campur tangan di masing-masing pihak,” katanya.
Dia melanjutkan, pestanya akan fokus pada pendukung aktor bisnis yang memiliki masalah dengan akses ke pemerintah. Terutama pelaku bisnis UMKM. “Sementara rujukan ini dari pusat, kami meregaskan di UMKM,” jelasnya.
Baca Juga: Viral Pemudik Nyasar ke Sawah Sleman Akibat Navigasi Digital Jalur Alternatif Dihapus
Menanggapi apakah Kadin Kadin disebut tidak diakui oleh negara, dia tidak keberatan itu. “Tidak apa-apa untuk hukum kita. Misalnya, ketika kelompok saya Kadin memiliki masalah yang bermasalah dan didiskualifikasi oleh pemerintah tidak masalah. Hal terpenting yang kami telah membantu. Cara penting, kami tidak mencari keuntungan. Saya ingin melakukannya untuk Lumajang, “pungkasnya.












