Example floating
Example floating
Jatim

Drama Pertemuan Dua Gubernur, Saat Mualem “Pamit Cepat” Demi Empat Pulau

A. Daroini
×

Drama Pertemuan Dua Gubernur, Saat Mualem “Pamit Cepat” Demi Empat Pulau

Sebarkan artikel ini
Drama Pertemuan Dua Gubernur, Saat Mualem Pamit Cepat Demi Empat Pulau

Aceh, Memo |

Sebuah video yang diunggah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf—yang akrab disapa Mualem—di akun TikTok-nya (@muzakirmanaf1964), mendadak viral dan memicu perdebatan sengit di jagat maya.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Bukan perihal kehangatan pertemuan, melainkan momen ketika Mualem, mantan panglima perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM), secara tak terduga meninggalkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sesaat setelah sang tamu tiba di Banda Aceh.

Insiden ini sontak menjadi buah bibir. Banyak warganet yang mengamini sikap Mualem, menganggapnya sebagai bentuk penolakan halus terhadap pembahasan tentang empat pulau di Aceh yang rencananya akan dialihkan ke Sumatera Utara.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Namun, tak sedikit pula yang kontra, menilai tindakan Mualem kurang menghargai kedatangan Bobby yang sudah menempuh perjalanan jauh dari Medan.

Sebuah Sinyal dari Pendopo Gubernur Aceh

Momen itu terekam jelas. Mualem menyambut Bobby dengan senyum ramah, mengucapkan selamat datang dan harapan agar Bobby merasa nyaman di Serambi Mekah.

Baca Juga: Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak

“Selamat datang di tempat kami, Aceh. Mudah-mudahan Pak Gubernur semoga nyaman dan mudah-mudahan semua sukses,” tutur Mualem, seperti terekam dalam video. Ia juga menyebutkan telah bertemu Bobby sebelumnya di Nagela.

Namun, di tengah suasana penyambutan yang baru saja dimulai, Mualem tiba-tiba berpamitan. “Pak Gubernur, berhubung saya sudah ditunggu juga di Meulaboh, jadi saya pamit,” katanya, meninggalkan Bobby yang tampak terkejut.

Mualem kemudian menyerahkan kelanjutan pertemuan kepada para stafnya. “Dengan rendah hati saya minta maaf, acara ini dipandu oleh bapak-bapak ini, untuk melanjutkan rapat nanti, ya.”

Reaksi Bobby pun tak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. “Berarti Pak Gubernur langsung jalan?” tanyanya, memastikan.

Mualem kembali memohon maaf, “Iya saya minta maaf beribu maaf juga, harusnya saya sudah pergi tapi nggak apa-apa, saya terpaksa nunggu Pak Gubernur karena capek-capek.” Ia pun lantas pergi, bahkan tanpa sempat menemani Bobby menyantap hidangan yang telah disajikan.

Dalam keterangan unggahannya, Mualem menulis, “Menerima kunjungan silaturahmi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, guna membahas status kepemilikan 4 pulau di perbatasan Aceh-Sumut, pada Rabu (4/6/2025) di Pendopo Gubernur Aceh.

” Pernyataan ini mempertegas bahwa isu perpindahan pulau memang menjadi inti dari pertemuan tersebut.

Latar Belakang “Mualem” dan Kontroversi Empat Pulau

Muzakir Manaf, yang dilantik sebagai Gubernur Aceh periode 2025-2030 pada 12 Februari 2025, bukan sosok asing. Julukan “Mualem” yang melekat padanya adalah penanda keahlian tinggi di dunia militer, mengingat ia pernah menjabat sebagai Panglima Perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sejak 1986.

Pasca-perjanjian damai Helsinki 2005, perannya beralih menjadi tokoh sentral dalam transisi politik Aceh, termasuk sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh. Karier politiknya terus menanjak, dari Ketua Umum Partai Aceh hingga Waliyul ‘Ahdi Lembaga Wali Nanggroe Aceh.

Kontroversi utama yang menyelimuti pertemuan ini adalah Keputusan Mendagri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025, yang ditetapkan pada 25 April 2025.

Keputusan ini secara administratif memindahkan empat pulau di Aceh, yakni Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Besar, dan Pulau Mangkir Kecil—yang sebelumnya berada di Kabupaten Aceh Singkil—ke wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sendiri berencana mempertemukan kembali Mualem dan Bobby untuk mencari titik temu mengenai status administratif empat pulau ini.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Safrizal Zakaria Ali menyebut, pertemuan yang difasilitasi Mendagri dan Kemenko Polhukam ini menjadi salah satu opsi untuk menyelesaikan sengketa perbatasan ini.

Mualem, dengan sikapnya yang tegas, mungkin ingin mengirimkan pesan bahwa keputusan ini harus dibahas dengan sangat serius, dengan mempertimbangkan kedaulatan wilayah Aceh.