Gresik, Memo
Hanya beberapa hari setelah insiden mencekam, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik berhasil meringkus pelaku utama percobaan penculikan dan pencurian di kompleks pergudangan Jalan Mayjen Sungkono. Pada Selasa (15/7/2025), seorang pria berinisial D (33), warga Sampang, Madura, dibekuk di kediamannya di Camplong, Sampang.
D diduga kuat terlibat dalam aksi pada Sabtu tengah malam (12/7/2025) yang melibatkan penculikan dua karyawan gudang UD Berkah. Kini, D menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Gresik, sementara satu pelaku lain masih dalam buruan aparat.
Baca Juga: Skandal Jaksa dan Bu Camat Pagu, Gegerkan Pengadilan Tipikor Surabaya
Peristiwa ini bermula saat dua karyawan, TK dan FMA, sedang beristirahat di mes pergudangan. Ketenangan malam mendadak buyar ketika mereka menemukan pintu gudang terbuka dan sebuah mobil mencurigakan berisi tiga pria bertopeng. Tanpa ampun, TK dan FMA dipaksa masuk ke dalam mobil. Ponsel mereka disita, dan mobil melaju tak tentu arah menuju kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya.
Namun, keputusasaan FMA berubah menjadi keberanian. Di tengah perjalanan, ia mengambil risiko besar dengan melompat keluar dari mobil yang sedang melaju, berhasil menyelamatkan diri. Tanpa menunda, FMA segera melaporkan kejadian traumatis ini ke Polres Gresik.
Mendapat laporan, Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Muh Asyraf, langsung memimpin timnya untuk melakukan penyelidikan intensif. Gerak cepat aparat membuahkan hasil, mengarah pada penangkapan D di Sampang beserta barang bukti yang digunakan dalam aksinya.
“Satu pelaku berhasil kami amankan di rumahnya di Camplong, Sampang, beserta barang bukti saat menjalankan aksinya,” ungkap Ipda Asyraf pada hari penangkapan, Selasa (15/7/2025).
Baca Juga: Skandal Seleksi Perangkat Desa Kediri Terbongkar, Unisma Akui Proses Ujian Tidak Benar Harus Dicabut
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak terkait, terutama pengelola kawasan industri, untuk meninjau ulang dan memperketat sistem keamanan mereka. Keamanan di area pergudangan, yang kerap menjadi sasaran empuk kejahatan, harus menjadi prioritas utama demi mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang. ( Ferdi )












