Saksi pertama yang melihat gantungdiri Mismen adalah Tukiran, suaminya sendiri. Laki laki ini mengetahui istrinya sehabis pulang dari pasar.
Awalnya, Tukiran curiga, karena istrinya tidak berada di dalam rumah. Sepulang dari pasar, Misiyem ditemukan gantung diri, menggunakan tali tambang yang dikaitkan ke kayu atap dapur. Suami korban langsung berteriak, minta tolong ke warga sekitar dan dilanjutkan lapor kepada pihak berwajib.
Baca Juga: Kades Puhjarak Mencla Mencle, Camat Plemahan Bantah Terima Suap Perangkat Desa Kediri
Petugas Polsek Paron yang datang ke lokasi langsung menurunkan jasad korban dan langsung melakukan visum. Menurut Subiyanto, perangkat Desa Gelung, korban nekat gantung diri diduga depresi akibat sakit komplikasi yang dideritanya selama bertahun – tahun tak kunjung sembuh.
Aparat Polsek Paron yang datang ke lokasi, langsung melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tali tambang yang digunakan untuk gantung diri.
Baca Juga: Hakim Tipikor Perintahkan Camat Papar dan Purwoasri Kembalikan Uang Suap Perangkat Desa Kediri
Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika menjelsakan bahwa hasil visum tim medis Puskesmas Paron, korban tewas murni karena bunuh diri. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk segera disemayamkan di rumah duka.( ed )












