Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dispertabun, Arahayu Setyo Adi, merinci strategi operasional Dispertabun di lapangan. Program ini berfokus pada dua pilar utama: modernisasi budidaya dan penguatan kelembagaan petani muda.
Arahayu mengakui adanya tantangan besar dalam regenerasi petani, di mana statistik menunjukkan bahwa petani muda usia 19-40 tahun di Kediri hanya sekitar 14 persen. Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Kediri menerapkan strategi konkret, yaitu memfasilitasi petani muda dengan teknologi pertanian modern.
Baca Juga: Kasus Korupsi Gratifikasi Perangkat Desa Kediri Menyeret Nama Kepala Dinas Sosial Subur Widono
Fasilitasi ini diwujudkan dalam bentuk pengelolaan jasa alat dan mesin pertanian (alsintan) secara modern. Alat-alat yang disediakan antara lain:
“Jadi di satu sisi budidaya ter-cover, disisi lain cara budidayanya secara modern,” terang Arahayu. Dengan penggunaan alsintan modern ini, biaya operasional dapat ditekan serendah mungkin, efisiensi waktu kerja meningkat, dan hasil panen pun menjadi maksimal. Strategi ini secara langsung meningkatkan laba petani, menjadikan profesi petani lebih menarik bagi generasi muda.
Sukadi menutup dengan pesan moral kepada seluruh petani agar senantiasa memelihara alam dengan baik. Dengan bercocok tanam yang baik dan benar, alam akan memberikan berkah, memastikan pangan tercukupi, dan kesejahteraan petani meningkat. (Adv/Kominfo)












