Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Dispertabun Kediri Ambil Langkah Nyata, Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani Dikejar

A. Daroini
×

Dispertabun Kediri Ambil Langkah Nyata, Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani Dikejar

Sebarkan artikel ini
Dispertabun Kediri Ambil Langkah Nyata, Swasembada Pangan dan Kesejahteraan Petani Dikejar

Kediri, Memo –

Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri tidak hanya sekadar seremonial. Dispertabun telah mengambil langkah-langkah riil untuk mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui strategi pertanian berbiaya rendah.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Plt. Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, pada Selasa, 23 September 2025, menegaskan bahwa merdeka pangan harus dimaknai sebagai upaya menjamin ketersediaan pangan nasional tanpa mengorbankan kesejahteraan petani lokal.

“Jangan sampai adanya swasembada pangan petani sudah kerja keras tapi kesejahteraannya tetap,” kata Sukadi. Untuk mencapai keseimbangan ini, Pemerintah Daerah Kediri memiliki kewajiban untuk mempermudah akses petani terhadap sarana dan prasarana yang mereka butuhkan.

Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan

Modernisasi dan Regenerasi Petani Jadi Prioritas

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dispertabun, Arahayu Setyo Adi, merinci strategi operasional Dispertabun di lapangan. Program ini berfokus pada dua pilar utama: modernisasi budidaya dan penguatan kelembagaan petani muda.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Arahayu mengakui adanya tantangan besar dalam regenerasi petani, di mana statistik menunjukkan bahwa petani muda usia 19-40 tahun di Kediri hanya sekitar 14 persen. Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Kediri menerapkan strategi konkret, yaitu memfasilitasi petani muda dengan teknologi pertanian modern.

Fasilitasi ini diwujudkan dalam bentuk pengelolaan jasa alat dan mesin pertanian (alsintan) secara modern. Alat-alat yang disediakan antara lain:

“Jadi di satu sisi budidaya ter-cover, disisi lain cara budidayanya secara modern,” terang Arahayu. Dengan penggunaan alsintan modern ini, biaya operasional dapat ditekan serendah mungkin, efisiensi waktu kerja meningkat, dan hasil panen pun menjadi maksimal. Strategi ini secara langsung meningkatkan laba petani, menjadikan profesi petani lebih menarik bagi generasi muda.

Sukadi menutup dengan pesan moral kepada seluruh petani agar senantiasa memelihara alam dengan baik. Dengan bercocok tanam yang baik dan benar, alam akan memberikan berkah, memastikan pangan tercukupi, dan kesejahteraan petani meningkat. (Adv/Kominfo)