Jakarta, Memo
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana Erna Sofriana Imaningsih
menjelaskan digitalisasi ekonomi dan kreatif ekonomi bisa menjadi motor pendorong usaha dan
keuangan pada periode saat wabah pandemi covid.
Baca Juga: Kemkomdigi: Teknologi Canggih Ini Bawa Dampak Besar bagi Ekonomi & Sosial
“Dipercaya saat wabah bisa terjadi kenaikan dan kepenguasaan dari semua baris kehidupan
dengan memakai digitalisasi,” tutur Erna di Jakarta, Sabtu.
Erna menjelaskan struktur ekonomi global ditegaskan akan berbeda keseluruhan terhitung Indonesia
karena wabah sudah mengganti semua titik kehidupan, terhitung pola perilaku warga, baik
dari konsumsi atau dalam mengatur keuangan.
Disamping itu, menurutnya, wabah punya pengaruh pada kegiatan pasar saham yang malah
makin disukai oleh beberapa warga.
Dengan peristiwa itu, Erna mengingati beberapa aktor ekonomi untuk menanggapi dan
memperhitungkan peralihan ini dengan lakukan penyesuaian atau alih bentuk hingga bisa
siap hadapi semua peralihan jaman.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
“Dengan lakukan penyesuaian bahkan juga alih bentuk hingga bisa terjadi sustainability atau
kebersinambungan,” tutur Erna.
Erna mengingati beberapa pelaku ekonomi harus memperhitungkan dengan terus menjaga
pengendalian dan rencana keuangan warga di depan.
Ke depan, dia mengharap di antara pelaku dan akademiki bisa menebarkan semangat literatur dan
pembelajaran keuangan terutamanya berkaitan dengan pelayanan investasi, hingga di depan akan terbentuk
investor yang pintar dalam mengurus dan merencana keuangan.
Erna menjelaskan keringanan transaksi bisnis keuangan dan investasi lewat digital sepanjang
wabah sudah mengundang perhatian generasi milenial. Menurutnya, keringanan ini ialah
fenomena yang menarik.
“Proses transaksi bisnis yang berbasiskan online ini mengundang perhatian milenial, dapat dilaksanakan di mana
saja, menjalankan bisnis, selanjutnya melakukan investasi dengan memakai handphone dan tehnologi digital,”
tutur Erna.
Berdasar data PT Kustodian Sentra Dampak Indonesia (KSEI) di akhir semester I 2022,
jumlah Singgel Investor Identification (SID) sudah capai 4.002.289 yang dikuasai oleh
investor berumur di bawah 40 tahun, yaitu gen Z dan milenial sejumlah 81,64 % dengan nilai
asset yang capai Rp144,07 triliun.












