Husni Nurin koordinator tindakan pada reporter menjelaskan supaya pihak kepolisian menginvestigasi tuntas bencana gelap sepakbola Indonesia ini.
Menurut Husni, Kapolda Jawa timur Irjen Pol Nico Afinta harus bertanggung-jawab karena kejadian itu dipacu oleh penembakan gas airmata yang sudah dilakukan petugas kepolisian.
Baca Juga: Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Madiun Disorot Akibat Temuan Jambu Busuk
mahasiswa beberapa Organisasi masyarakat seperti GP Ansor Kabupaten Malang menuntut kasus bencana berdarah Stadion Kanjuruhan diperiksa tuntas.
“Lacak habis petaka stadion Kanjuruhan. Siapa dan apa pemicu dari bencana ini harus diketemukan titik terangnya. Siapa aktor penyebab kekacauan dalam stadion Kanjuruhan,” ungkapkan Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi, Selasa (4/10/2022) siang di Monumen Patung Singa Tegar, Kompleks Stadion Kanjuruhan.
Baca Juga: Dugaan Telur Busuk Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Coreng Citra Satuan Pelayanan
Fatkhurrozi memperjelas, supaya timsus bertindak tegas aktor penembak gas air mata ke tribune dan pukulan pada supporter sepanjang dalam stadion.
“Kapolri selekasnya melepas Kapolda Jawa timur karena dipandang kurang tegas dan tidak optimal lakukan penanganan penyelamatan laga di antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan,” katanya.
Baca Juga: Vonis Korupsi Kredit BRI Pasar Pon Ponorogo Dua Terdakwa Resmi Dijatuhi Hukuman
GP Ansor Kabupaten Malang menuntut supaya Polri selekasnya menginvestigasi pemicu kekalahan Arema FC versus Persebaya yang dipandang ada tanda-tanda peranan mafia judi bola dalam pertandingan itu.
“Pemerintahan harus jamin pihak keluarga korban, anak-anak korban yang perlu sekolah dan menjadi anak yatim karena orang tuanya jadi korban petaka Stadion Kanjuruhan,” bebernya.












