Surabaya, Memo
Setelah beberapa waktu lalu, mahasiwa di Surabaua dan GP Anshor Malang menuntut Kapolda Jatim untuk mundur, paska insiden Stadion Kanjuruan Malang, Kapolri Jendreal Listyo Sigit Prabowo , hari ini resmi mencopot atau menonaktifkan Irjen Pol Nico Afinta dari jabatannya sebagai Kapolda Jatim.
Surat Telegram Nomor ST/2134/X/KEP/2022, menjelaskan jika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi Irjen Teddy Minahasa Putra jadi Kapolda Jawa Timur (Jawa timur) gantikan Irjen Nico Afinta.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
“Ya, benar tur of duty dan tur area,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Irjen Dedi Prasetyo pada awak media.
Irjen Teddy awalnya menjabat Kapolda Sumatera Barat (Sumbar). Irjen Nico Afinta dimutasi jadi Sahlisosbud Kapolri.
Baca Juga: Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak
Sementara Kapolda Jawa timur lewat Kabid Humas Kombes Pol Dirmanto belum memberi respon berkaitan kepindahnya orang nomor satu di Polda Jawa timur ini.
Awalnya beberapa komponen masyarakat menekan Kapolda Jawa timur untuk dicopot buntut petaka stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan sekitar 131 pengagum Aremania diperkira wafat terserang gas air mata.
Baca Juga: Dua Bocah Driyorejo Gresik Mengalami Luka Bakar Parah Akibat Injak Serbuk Mercon
Sebelumnya, Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Sunan Ampel Surabaya (Uinsa) lakukan aksi di depan Mapolda Jawa timur, Selasa (5/10/2022).
Tindakan itu dilaksanakan sebagai imbas atas kekacauan yang terjadi di stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu yang tewaskan 131 orang.
Husni Nurin koordinator tindakan pada reporter menjelaskan supaya pihak kepolisian menginvestigasi tuntas bencana gelap sepakbola Indonesia ini.
Menurut Husni, Kapolda Jawa timur Irjen Pol Nico Afinta harus bertanggung-jawab karena kejadian itu dipacu oleh penembakan gas airmata yang sudah dilakukan petugas kepolisian.
mahasiswa beberapa Organisasi masyarakat seperti GP Ansor Kabupaten Malang menuntut kasus bencana berdarah Stadion Kanjuruhan diperiksa tuntas.
“Lacak habis petaka stadion Kanjuruhan. Siapa dan apa pemicu dari bencana ini harus diketemukan titik terangnya. Siapa aktor penyebab kekacauan dalam stadion Kanjuruhan,” ungkapkan Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Fatkhurrozi, Selasa (4/10/2022) siang di Monumen Patung Singa Tegar, Kompleks Stadion Kanjuruhan.
Fatkhurrozi memperjelas, supaya timsus bertindak tegas aktor penembak gas air mata ke tribune dan pukulan pada supporter sepanjang dalam stadion.
“Kapolri selekasnya melepas Kapolda Jawa timur karena dipandang kurang tegas dan tidak optimal lakukan penanganan penyelamatan laga di antara Arema dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan,” katanya.
GP Ansor Kabupaten Malang menuntut supaya Polri selekasnya menginvestigasi pemicu kekalahan Arema FC versus Persebaya yang dipandang ada tanda-tanda peranan mafia judi bola dalam pertandingan itu.
“Pemerintahan harus jamin pihak keluarga korban, anak-anak korban yang perlu sekolah dan menjadi anak yatim karena orang tuanya jadi korban petaka Stadion Kanjuruhan,” bebernya.












