Example floating
Example floating
Hukum

Dendam Berdarah di Hari Bahagia, Calon Pengantin Diserang Jelang Ijab Kabul

A. Daroini
×

Dendam Berdarah di Hari Bahagia, Calon Pengantin Diserang Jelang Ijab Kabul

Sebarkan artikel ini
Dendam Berdarah di Hari Bahagia, Calon Pengantin Diserang Jelang Ijab Kabul

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Hari yang seharusnya menjadi lembaran suka cita bagi Ahmad (30), calon mempelai pria di Palembang, berubah menjadi mimpi buruk berdarah.

Beberapa saat sebelum mengucap janji suci akad nikah dan menggelar resepsi pernikahan yang telah dipersiapkan, ia justru menjadi sasaran aksi pembacokan brutal. Motif di balik serangan mengerikan ini diduga kuat adalah bara dendam lama yang membara sejak tahun 2019.

Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan

Akibat serangan membabi buta tersebut, tubuh Ahmad mengalami luka sayatan menganga di berbagai bagian vital. Kedua tangannya tak luput dari sabetan senjata tajam, begitu pula kaki dan bahkan wajahnya.

Dalam kondisi bersimbah darah, Ahmad segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD BARI Palembang untuk mendapatkan pertolongan medis intensif.

Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri

Dengan suara lemah menahan sakit, Ahmad mengungkapkan detail mengerikan tentang lima orang pelaku yang menyerbunya secara bersamaan. “Jumlahnya lima orang. Tiga di antaranya menggunakan senjata tajam, dan satu orang bahkan membawa senjata api,” ungkapnya pilu.

Lebih lanjut, Ahmad menuturkan bahwa akar dari serangan keji ini diduga kuat berasal dari perselisihan lawas dengan salah seorang pelaku. Pria tersebut, kata Ahmad, menyimpan dendam membara lantaran merasa dirinya telah “dicepui” (dianggap sebagai informan polisi) oleh korban pada tahun 2019 silam.

Baca Juga: Dua Kades di Kediri Nyaris Bentrok, Dituding Bawa Uang Suap Perangkat Desa, Kades Jabon Febriyanto Emosi

“Dulu dia menuduh saya sebagai cepu. Karena itu hanya tuduhan tak berdasar, saya sempat terlibat perkelahian dengannya. Saya bahkan mengajaknya ke Jembatan Kertapati, dan dalam perkelahian itu, saya sempat menusuknya dengan pisau. Kejadian itu sudah lama sekali, tahun 2019, dan baru sekarang dia membalas dendam,” beber Ahmad dengan nada getir.

Ahmad meyakini bahwa pelaku memang sengaja menunggu momen yang tepat untuk melancarkan aksi balas dendamnya. Hari pernikahannya, yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan, justru menjadi celah bagi pelaku untuk merealisasikan niat buruknya.

“Mungkin dia menunggu saya lengah karena fokus dengan persiapan pernikahan. Ini cara dia membalas dendam kepada saya,” pungkas Ahmad dengan tatapan kosong, menggambarkan betapa hancurnya hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan barunya.

Kini, pihak kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memburu para pelaku dan mengungkap secara tuntas motif di balik serangan berdarah yang terjadi di hari sakral tersebut.

Sementara itu, Ahmad masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, berjuang memulihkan luka fisik dan trauma mendalam akibat dendam masa lalu yang merenggut kebahagiaan di hari pernikahannya.