
Tuban, memo.co.id
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
Wanda gadis 12 tahun warga Dusun Pomahan, Desa Sumberjo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur terpaksa harus Putus Sekolah Lantaran terbentur dengan ekonomi keluarga yang serba kekurangan ditambah lagi demi merawat sang nenek yang mengalami kebutaan.
Kedua orang tua gadis ini entah kemana, memo.co.id, mencoba menelusuri keberadaan orang tua wanda, dengan menanyakan warga di sekitar, Ternyata warga tidak banyak yang tau terkait keberadaannya, hanya saja kata salah satu warga kedua orang tua wanda bercerai, semenjak kejadian itu, anaknya ditinggal hidup bersama Mbah Laminah
“Kemana keberadaan orang tuanya tidak ada orang yang tau hingga saat ini. Karena tidak pernah ada kabar sama sekali. Semenjak peristiwa perceraiannya, wanda ditinggal dan dititipkan neneknya,” kata salah satu warga yang tidak mau di sebut namanya.
Sehari-hari Wanda, hidup bersama sang nenek yang sudah mengalami kebutaan itu di sebuah rumah kecil di Dusun Pomahan, Desa Sumberjo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Dan untuk kebutuhan sehari-harinya bersama neneknya hanya mengandalkan dari belas kasian warga sekitar serta para dermawan.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Suasana Haru terlihat Saat Bhabinkamtibmas Desa setempat Aipda Luky Hariyanto yang didampingi Kepala desa H.Amri Makruf saat mengunjungi Kediaman mbah Laminah Nenek Wanda tersebut.
Kunjungan Bhabinkamtibmas ke Kerumah nenek Laminah itu, selain memberi bingkisan juga sebagai rasa kepeduliannya terhadap warga binaannya yang hidup miskin dengan kondisi didalam rumah yang hanya ada seorang gadis berusia 12 tahun sedang merawat neneknya yang mengalami Tuna Netra.
“Saya sangat terharu melihat keadaan Wanda anak yang seharusnya menikmati masa kecilnya bermain dan belajar di bangku sekolah, harus mengabiskan masa kecilnya dengan merawat neneknya yaitu, Mbah Laminah, neneknya yang kini tidak dapat melihat (buta) ” ujar Bhabinkamtibmas, Aipda Lucky Hariyanto
Saat ditanya kenapa dirinya tidak sekolah, gadis cilik tersebut mengaku harus putus sekolah lantaran neneknya yang sudah renta dan mengalami kebutaan tidak bisa ditinggalkan. Tidak adanya pemasukan keuangan membuat gadis ini hidup dalam belas kasian.
Dia berharap, pemerintah dapat membantu meringankan beban hidup mereka, terutama dalam perawatan neneknya yang sudah sakit-sakitan dan mengalami kebutaan. Ia juga berharap bisa melanjutkan sekolah lagi.












