Di sisi lain, kondisi ekonomi di Indonesia sendiri juga belum pulih sepenuhnya dari dampak pandemi COVID-19.
Oleh karena itu, Sarman mengungkapkan bahwa para calon presiden dan wakil presiden harus memiliki jawaban yang konkret terhadap permasalahan ekonomi yang ada. Apalagi, Indonesia memiliki target untuk menjadi negara maju pada tahun 2045.
“Pelaku usaha tentu ingin mendengar rencana strategis, upaya konkrit, serta langkah-langkah yang akan diambil untuk memastikan bahwa ekonomi Indonesia ke depan akan berdiri di atas pondasi yang kuat,” tambah Sarman.
Ia juga menegaskan bahwa apa yang akan disampaikan oleh para calon pemimpin dalam debat kedua ini akan sangat mempengaruhi pilihan dari kalangan pengusaha.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
“Pengusaha umumnya adalah individu yang rasional, yang berarti mereka akan membuat pilihan berdasarkan keyakinan yang didapat dari visi dan misi yang disampaikan oleh para calon presiden dan wakil presiden,” tegas Sarman.
Antisipasi Pengusaha Kadin: Visi dan Misi Capres-Cawapres dalam Debat Menentukan Arah Ekonomi Indonesia
Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti kebutuhan akan visi dan misi yang rinci dari para calon pemimpin dalam debat capres-cawapres jilid dua yang segera digelar.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Dalam antisipasi debat tersebut, terdapat delapan isu krusial yang menjadi fokus, mulai dari ekonomi kerakyatan hingga infrastruktur perkotaan. Wakil Ketua Umum Kadin, Sarman Simanjorang, menegaskan bahwa para pelaku usaha, dari skala mikro hingga besar, sangat berharap mendapatkan gambaran komprehensif mengenai rencana dan langkah konkret untuk memperkuat ekonomi Indonesia ke depan.
Visi serta misi yang disampaikan dalam debat akan menjadi penentu bagi para pengusaha dalam menentukan pilihan, mengingat keputusan mereka didasarkan pada keyakinan yang diperoleh dari para calon pemimpin.












