Selain itu, angin monsun dari Australia juga berpengaruh. BMKG mencatat bahwa sebagian besar Indonesia, khususnya bagian selatan khatulistiwa, masih mengalami musim kemarau. Peralihan ke musim hujan biasanya terjadi pada bulan November ketika angin monsun dari Australia berubah menjadi angin monsun dari Benua Asia.
Dominasi angin timuran akibat monsun Australia juga dapat menyebabkan minimnya awan di bagian selatan Indonesia, sehingga sinar matahari langsung mencapai permukaan tanpa hambatan.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Selain faktor-faktor tersebut, pengaruh El Nino juga dapat memengaruhi suhu dan curah hujan. El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik yang dapat menyebabkan penurunan curah hujan secara global. BMKG memprediksi bahwa dampak El Nino akan terasa hingga akhir tahun 2023.
Terakhir, fenomena ekuinoks juga berpengaruh terhadap suhu udara. Ekuinoks terjadi dua kali dalam setahun, yaitu sekitar tanggal 21 Maret dan 23 September. Saat fenomena ini terjadi, Matahari berada dekat dengan khatulistiwa, menyebabkan durasi siang dan malam hampir sama.
Meskipun fenomena ini terjadi, Guswanto menekankan bahwa tidak selalu menyebabkan peningkatan suhu udara secara drastis atau ekstrem. Faktor lain seperti kecepatan angin, tutupan awan, dan kelembapan udara memiliki dampak yang lebih besar terhadap suhu di suatu wilayah.
Dengan demikian, perubahan suhu maksimum di Indonesia saat fenomena ekuinoks terjadi biasanya berada dalam kisaran 32 hingga 36 derajat Celsius.
Cuaca Panas dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi: Analisis Mendalam dari Fenomena Hingga Perubahan Iklim
Dalam rangka memahami cuaca panas yang menghiasi Indonesia, kita harus mempertimbangkan faktor-faktor yang telah dijelaskan di atas. Fenomena El Nino, pengaruh ekuinoks, dan kondisi awan serta angin semuanya memainkan peran penting dalam mengatur suhu dan kondisi cuaca.
Selain itu, BMKG mencatat bahwa perubahan iklim ini diprediksi akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2023. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor ini dapat membantu kita dalam mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin akan berlanjut di masa depan.
Jaga diri Anda dan selalu perhatikan perkembangan cuaca terbaru dari BMKG untuk tetap aman dalam menghadapi perubahan cuaca yang tak terduga ini.












