Ia lalu memutuskan untuk beristirahat di rumah. Dua hari setelahnya, Deddy Corbuzier kembali demam dan vertigo.
“Akhirnya, pagi-pagi saya dibawa ke Medistra. Dokter bilang bahwa ini memburuk. Ketika dicek, di CT Thorax, sudah 60 katanya. Yang tadinya 30, naik ke 60 dan keadaannya masuk dalam kondisi momen badai sitokin,” ucap mantan suami Kalina Oktarani tersebut.
Baca Juga: FAKTA MENARIK!!! KA BIAS Jadi Primadona di Wilayah Daop 7 Madiun Selama Libur Nataru 2025/2026
Tak hanya COVID-19, Deddy Corbuzier juga dinyatakan terkena badai sitokin
Ketika diketahui bahwa Deddy Corbuzier terkena badai sitokin, ia kemudian dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Saya agak kaget ketika dibilang badai sitokin karena, setahu saya, badai sitokin ini membuat orang meninggal. Di saat itu saya enggak boleh pulang ternyata. Dokter mengatakan bahwa, ‘Kerja saya akan agresif. Saya akan do the best, masukin obat, masukin apa di saat itu juga dan kita akan lihat. Mas Deddy enggak boleh pulang,’” bebernya.
Deddy Corbuzier mengakui, dirinya sempat kecewa tatkala selama ini ia sudah menerapkan pola hidup sehat, namun bisa sampai terkena badai sitokin.
“Akhirnya, saya masuklah ke rumah sakit dan kondisinya pada saat itu panas, demam, badan sakit semua, dan kecewa. Kecewa sekali. Sangat kecewa karena saya tidak menyangka orang seperti saya bisa seperti itu, gitu. Dengan semua yang saya lakukan, saya kecewa. Dan badai sitokin ini adalah masa kritis, di mana hidup atau mati,” ujarnya.
Baca Juga: Komunitas RC Surabaya Gaspolkan Hobi Demi Kegiatan Sosial
Dalam konten YouTube yang sama, Deddy Corbuzier menghadirkan dokter yang merawatnya kala terkena badai sitokin, yakni dr. Gunawan. Ia sempat bertanya apakah dirinya bisa saja meninggal gara-gara terkena badai sitokin.
“Bisa. Jadi, kalau kita terlambat, artinya peradangannya berjalan terus, paru-paru Anda rusaknya bertambah banyak, terus terang itu akan mempengaruhi kapasitas oksigen badan Anda. Turun, turun, turun terus, peradangannya meluas, nantinya akan meninggalkan bekas di parunya sehingga paru-paru itu tidak bisa mengembang dengan baik, oksigennya enggak sampai,” terang dr. Gunawan.
Pada akhirnya, Deddy Corbuzier berhasil melalui masa kritis. Ia kembali sehat dan sudah mulai beraktivitas seperti biasa.












