Example floating
Example floating
Home

Cegah Gelombang Kedua Civid 19, Malaysia Lockdown Total

A. Daroini
×

Cegah Gelombang Kedua Civid 19, Malaysia Lockdown Total

Sebarkan artikel ini
Cegah Gelombang Kedua Civid 19, Malaysia Lockdown Total
Cegah Gelombang Kedua Civid 19, Malaysia Lockdown Total

Memo.co.id |

Cegah gelombanh kedua Covid 19, Malaysia lockdown total, mulai 1 Juni hingga 14 Juni 2021 nanti. Pemerintah setempat memutuskan penguncian total, untuk menekan laju pertumbuhan dan penularan Covid di negaranya. Pergerakan masyarakat di negara tersebut juga dibatasi.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Malaysia memutuskan melakukan lockdown total untuk mengatasi kasus Covid-19 yang kian meningkat. Diketahui, lockdown total dilakukan mulai 1 Juni hingga 14 Juni mendatang.

Sebagai informasi, penguncian total tersebut dilakukan untuk semua sektor sosial dan ekonomi. Pemerintah Malaysia hanya mengizinkan 17 sektor layanan penting untuk beroperasi, serta menutup semua mal.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, lockdown yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia memang ditujukan untuk menahan terus meningkatnya kasus Covid-19. Serta, mencegah terjadinya gelombang kedua Covid-19 di negara tersebut.

“Disebut lockdown total, mal ditutup, tapi perusahaan masih boleh berproduksi dengan pembatasan ketat. Masyarakat juga masih boleh belanja, tapi memang mobilitas sangat dibatasi. Selain itu, lockdown juga hanya selama periode waktu yang relatif singkat,” katanya

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Lanjut dia, dengan asumsi lockdown yang dilakukan akan efektif, hal tersebut tidak akan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Malaysia. Bahkan, kata Piter, ekonomi Malaysia tahun ini diperkirakan tetap bisa tumbuh positif walaupun tidak besar.

Sementara itu, Piter menjelaskan, lockdown total yang dilakukan Malaysia berdampak sangat terbatas ke perekonomian Indonesia.

“Saya kira sangat terbatas. Hubungan ekonomi Indonesia – Malaysia tidak cukup besar. Malaysia pun bukan tujuan ekspor utama kita,” jelas Ekonom CORE tersebut.