Example floating
Example floating
Life Style

Cara Mengolah Daging Hewan Kurban Ditengah Masa Pandemi PMK

A. Daroini
×

Cara Mengolah Daging Hewan Kurban Ditengah Masa Pandemi PMK

Sebarkan artikel ini
Cara Mengolah Daging Hewan Kurban Ditengah Masa Pandemi PMK

Tahun ini berbeda dengan Idul Adha tahun tahun sebelumnya. Perayaan Iduk Kurban, harus dirayakan dengan penuh hati hati. Khususnya terkait dengan peilihan hewan kurban. Salah satunya adalah hewan sapi, yang saat ini mendera virus PMK. Virus mematikan hewan sapi tersebut menjadi masalah di tengah Idul Adha 2022 .

Meski begitu, masyarakat cukup memahami bahwa hewan kurban yang disembelih sudah dinyatakan sehat, sehingga layak untuk dikjonsumsi semua ummat manusia. Berikut ini, cara mengolah daging hewan kurban ditengah masa pandemi PMK.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Momen Iduladha 1443 Hijriah kali ini dibayangi dengan adanya penyakit mulut dan kaki (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD). Penyakit ini menyerang anggota tubuh hewan kurban terutama sapi, pada mulut, jeroan, dan kaki.

PMK merupakan penyakit disebabkan oleh virus yang dapat merusak jaringan di dalam sel hewan ternak.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Hal ini membuat pandangan tersendiri bagi Dosen dari Program Studi (Prodi) S1 Gizi Unusa, Rizki Nurmalya Kardina, S.Gz., M.Kes. Dia memberikan tips mengolah daging dengan benar dan aman di tengah wabah PMK dimulai melihat kondisi daging harus segar, tidak pucat.

Biasanya warna daging hewan berusia lebih tua akan lebih gelap. Kedua melihat tekstur yang kenyal dan cepat kembali ke posisi semula pada saat ditekan dengan jari.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

“Jika saat ditekan tidak kembali ke kondisi semula maka bisa dikatakan kualitasnya mulai menurun,” ucapnya.

Ketiga, aroma dagingnya khas sapi bukan yang beraroma amis, keempat Pilihlah daging yang tidak berair, daging yang bagus keset dan tidak mengeluarkan air.

“Pertimbangkan kandungan pada daging yang akan berpengaruh pada cita ras masakan yang akan di olah,” ungkap dosen yanh juga menjadi ketua program studi (Kaprodi) S1 Gizi Unusa.

Menu olahan daging kambing Rizki menjelaskan daging yang terinfeksi oleh penyakit mulut dan kaki tidak dapat dibedakan atau dilihat denga kasat mata. Sehingga, masyarakat untuk menghindari hal tersebut harus memahami serta tahu bagaimna cara mengolahnya, untuk mengurangi resiko dengan cara dimasak dengan baik dan benar.

“Cara memasaknya usahakan kondisi tangan dalam kondisi bersih, lali jika daging tidak ingin di masak jangan dicuci, lebih baik pindahkan ke wadah yang kedap udara lalu simpan didalam freezer,” Ungkapnya.

Jika akan memasak daging harus memasaknya hingga matang sempurna dengan suhu 700C dengan waktu 30 menit dan air rebusan pertama wajib dibuang baru kemudian baru diolah.

Selain itu, jeroan yang ingin dikonsumsi sebaiknya direbus dengan air mendidih terlebih dahulu selama 30 menit sebelum diolah atau disimpan dalam pendingin.

“Kemasanan daging yang terkena PMK jangan langsung dibuang, namun harus direndam terlebih dahulu dengan deterjen untuk mencegah penularan virus,” ucapnya.

Dengan pengolahan yang benar, Rizki mengatakan daging tersebutbmasih dapat dikonsumsi dengan baik asalkan melewati proses yang baik dan benar.