Larangan terhadap jual beli organ, termasuk ginjal, bukan hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain yang berada di bawah perlindungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Negara-negara tersebut telah mengadopsi kebijakan yang melarang transaksi jual beli organ guna menjaga etika dan prinsip kesehatan global.
Dampak Hidup dengan Satu Ginjal: Kesehatan dan Risiko
Namun, bagaimana kehidupan seseorang yang hanya memiliki satu ginjal? Bisakah mereka hidup dengan normal?
Menurut Healthline, hidup dengan satu ginjal sebenarnya memungkinkan, namun ada beberapa risiko yang mungkin dihadapi oleh individu tersebut. Risiko terkena tekanan darah tinggi, retensi cairan, dan proteinuria (kehilangan protein dalam urine) cenderung lebih tinggi pada mereka yang hanya memiliki satu ginjal.
Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga tingkat protein dalam darah, dan mengontrol tekanan darah. Kehadiran ginjal kedua dapat mengkompensasi dan menggantikan fungsi ginjal pertama, namun tanpa ginjal cadangan, penurunan fungsi ginjal dapat menimbulkan risiko tersebut.
Baca Juga: Manfaat Segar Air Kelapa Tak Selalu Universal, Perhatikan Kondisi Ini Sebelum Minum
Individu yang hidup dengan satu ginjal perlu menjalani gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Penting juga untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara teratur, sambil membatasi asupan natrium, fosfor, dan protein dalam makanan untuk meringankan beban kerja ginjal dan memastikan pengeluaran racun dari tubuh.
Selain itu, Kidney Foundation menyarankan agar individu yang hanya memiliki satu ginjal harus berhati-hati saat berolahraga, menghindari kegiatan yang berisiko tinggi seperti sepak bola, tinju, hoki, bela diri, dan gulat yang dapat menyebabkan cedera.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Memanfaatkan Air Kelapa untuk Rambut Sehat!
Menghadapi Risiko dan Tantangan: Hidup dengan Satu Ginjal dan Pandangan WHO terhadap Larangan Jual Beli Organ
Meskipun Erfin belum berhasil menjual ginjalnya, keputusannya mencuatkan isu penting seputar jual beli organ dan dampaknya terhadap kesehatan. Hidup dengan satu ginjal memang memungkinkan, namun risikonya harus dipertimbangkan.
Healthline menyatakan bahwa tekanan darah tinggi, retensi cairan, dan proteinuria menjadi risiko tinggi. Larangan jual beli organ, juga ditegaskan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan WHO, menunjukkan pentingnya etika dan prinsip kesehatan global.
Bagi individu dengan satu ginjal, menjalani gaya hidup sehat dan berhati-hati dalam aktivitas fisik menjadi kunci untuk menjaga kesehatan mereka.












