“Itu memperbesar risiko infeksi,” kata dr Irfan.
Tragedi ini menjadi lebih kompleks karena R juga diduga menderita tuberkulosis meningitis, mengingat orang tuanya sedang dalam pengobatan TBC paru. Kombinasi infeksi cacing dan TBC ini membuat kondisi R semakin parah. Sayangnya, upaya medis tak mampu menyelamatkan nyawa R. Kondisinya sudah terlalu kritis saat dibawa ke rumah sakit. R meninggal dunia pada 22 Juli 2025.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Kerabat korban, Edah, membenarkan bahwa ia menyaksikan langsung cacing sepanjang 15 sentimeter keluar dari hidung R di ruang IGD. “Saya kira itu alat dari rumah sakit. Pas dilihat, utek-utekan itu cacing,” ujarnya.
Kisah R bukan hanya tentang kematian seorang balita, tetapi juga tentang pentingnya sanitasi, kondisi lingkungan, dan akses kesehatan di daerah terpencil.












