-
Pemerintah Kabupaten Kediri mendistribusikan puluhan traktor dan puluhan ton benih padi berkualitas untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
-
Pemerintah daerah mengamankan tambahan kuota pupuk subsidi sebesar 9.000 ton pada tahun 2026 demi menjamin kelancaran masa tanam.
Baca Juga: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana Lantik Pejabat Baru Guna Percepatan Kinerja Pemerintah
-
Program perluasan lahan pertanian organik dan stabilisasi harga komoditas menjadi fokus utama Bupati Hanindhito untuk menyejahterakan petani.
Dukungan Sarana Prasarana Pertanian Modern Bagi Kelompok Tani
Pemerintah Kabupaten Kediri secara resmi menyalurkan bantuan besar-besaran berupa alat mesin pertanian (alsintan) dan benih kepada ratusan petani yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan.
Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, sebagai langkah konkret untuk memperkuat posisi sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dengan hadirnya mekanisasi pertanian yang lebih modern, diharapkan biaya operasional petani dapat ditekan sekaligus meningkatkan efisiensi waktu saat mengolah lahan.
Dalam pertemuan yang dibalut suasana kekeluargaan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini menegaskan bahwa petani bukan sekadar pelaku ekonomi, melainkan fondasi utama stabilitas negara.
Baca Juga: Warga Dan Pedagang Geruduk Kantor SPPG Bandar Lor Kediri Karena Dugaan Penipuan
Melalui distribusi alsintan yang mencakup traktor roda empat dan roda dua, pemerintah ingin memastikan regenerasi petani berjalan beriringan dengan adopsi teknologi. Langkah ini juga menjadi jawaban atas tantangan kelangkaan tenaga kerja di sektor agraris yang mulai dirasakan di tingkat pedesaan.
Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri mencatat bahwa sepanjang periode akhir 2025 hingga awal 2026, realisasi bantuan sarana prasarana telah mencapai angka yang signifikan.
Total terdapat 51 unit traktor roda empat yang diserahkan secara bertahap, ditambah dengan belasan traktor roda dua dan mesin pemanen combine harvester. Kehadiran alat-alat ini diharapkan mampu mengoptimalkan luas tambah tanam, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki potensi produksi gabah tinggi namun terkendala oleh keterbatasan alat pengolahan tanah.
Selain fokus pada peralatan mesin, Pemkab Kediri juga memberikan perhatian serius pada aspek ketersediaan input pertanian. Pada bulan Februari 2026 ini saja, sebanyak 73 ton benih padi unggul mulai didistribusikan ke lahan seluas hampir 3.000 hektar. Kebijakan ini diambil untuk memastikan petani menggunakan varietas yang tahan terhadap hama dan perubahan iklim, sehingga risiko gagal panen dapat diminimalisir sejak dini.
Kabar yang paling dinanti oleh para petani adalah mengenai kepastian stok pupuk. Untuk tahun anggaran 2026, Kabupaten Kediri berhasil mendapatkan penambahan alokasi pupuk subsidi hingga 9.000 ton dari kuota sebelumnya.
Penambahan ini menjadi angin segar mengingat masalah pupuk seringkali menjadi kendala klasik yang dihadapi petani setiap memasuki musim tanam. Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mendorong kemandirian petani melalui perluasan lahan organik yang tahun ini ditargetkan bertambah puluhan hektar lagi.
Transformasi menuju pertanian organik bukan tanpa alasan. Mas Dhito memandang bahwa ketergantungan pada bahan kimia harus mulai dikurangi demi menjaga kualitas tanah jangka panjang dan nilai jual komoditas yang lebih kompetitif.
Saat ini, harga komoditas unggulan seperti jagung dan gabah di Kediri terpantau stabil di level yang sangat menguntungkan bagi petani. Harga gabah yang bertahan di angka Rp7.000 per kilogram memberikan margin keuntungan yang cukup bagi petani untuk terus berproduksi dan meningkatkan skala usahanya.
Bupati Kediri juga memberikan pesan khusus mengenai pentingnya persatuan di tingkat kelompok tani. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dikelola bersama dengan penuh tanggung jawab dan tidak menjadi pemicu konflik internal.
Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, Kabupaten Kediri optimis dapat mempertahankan statusnya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur pada tahun 2026 mendatang.
Tambahan Kuota Pupuk Subsidi Jamin Ketahanan Pangan Kediri
Keberhasilan sektor pertanian di Kediri tidak hanya diukur dari jumlah bantuan fisik, tetapi juga dari indeks kesejahteraan para pelakunya. Dengan adanya kepastian harga dan kemudahan akses terhadap sarana produksi, profesi petani diharapkan kembali menjadi magnet bagi generasi muda atau Taruna Tani.
Upaya pemberdayaan yang dilakukan Pemkab Kediri saat ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan ketahanan pangan daerah tetap kokoh di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
FAQ
Bantuan meliputi traktor roda empat, traktor roda dua, mesin pemanen (combine harvester), sumur irigasi submersible, serta puluhan ton benih padi unggul.
Kabupaten Kediri mendapatkan tambahan kuota pupuk subsidi sebanyak 9.000 ton dibandingkan alokasi pada tahun sebelumnya.
Untuk menjaga kesuburan tanah jangka panjang, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta meningkatkan nilai jual produk pertanian yang lebih sehat dan premium.
Berdasarkan data terbaru, harga gabah stabil di atas Rp7.000 per kilogram dan harga jagung berada di atas kisaran Rp6.000 per kilogram.
Bantuan disalurkan kepada Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta organisasi petani muda seperti Taruna Tani yang telah terdata.












