“Ibu Ketua Umum mengingatkan bahwa republik ini lahir dari pengorbanan rakyat. Maka kekuasaan harus hadir membela wong cilik,” ujar Bupati Rijanto. “Kami siap tegak lurus atas arahan Ibu Megawati untuk terus turun langsung ke masyarakat, menyentuh rakyat, dan membuat kebijakan-kebijakan yang pro rakyat demi peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.
Rijanto menyatakan, arahan tersebut menjadi pemacu semangat bagi kepala daerah untuk tidak pernah melupakan akar perjuangan partai yang selalu berpihak kepada rakyat kecil di tengah situasi politik dan ekonomi yang dinamis.
Baca Juga: Publikasi Media Terjun Bebas, Sinergi Pemkab Blitar dan Pers Dipertanyakan
Kunjungan dua hari Megawati ditutup dengan agenda ziarah ke Makam Bung Karno. Kegiatan ini tidak hanya simbolis bagi partai, tetapi juga menjadi penegasan kontinuitas perjuangan ideologis yang berakar pada semangat nasionalisme dan kerakyatan yang diwariskan oleh Sang Proklamator.
Seminar Internasional KAA yang dihadiri Megawati juga menjadi penanda bahwa Blitar, sebagai peristirahatan terakhir Bung Karno, adalah pusat refleksi bagi Indonesia untuk kembali meneguhkan peran global dan solidaritas Dunia Ketiga. **
Baca Juga: Polemik SDN Tlogo 2 Blitar Jadi KDMP Bupati Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama












