NGANJUK, MEMO – Gara gara gabah petani di Kabupaten Nganjuk belum 100% diserap BULOG tampaknya menyulut keresahan di semua pihak. Tidak hanya dari kelompok petani saja, namun dari kalangan kepala desa juga tertantang bernafsu mengungkap teka teki permainan penyerapan gabah di BULOG.
Klimaksnya, untuk menyalurkan kekesalan itu, dikabarkan pada besok siang ( Senin, 24/03/2025) sekitar pukul 09.00 WIB ratusan kepala desa sepakat akan turun ke jalan luruk gudang BULOG di dua tempat. Yaitu di gudang Candirejo Loceret dan gudang Kedondong Bagor.
Istimewanya, gelombang protes tidak hanya datang dari kalangan kades saja. Namun orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk ( Bupati Marhaen) dipastikan juga akan ikut turun ke jalan mendampingi kepala desa mendatangi gudang BULOG.
” Ya benar, besok saya bersama para kades akan mendatangi BULOG,” terang Bupati Nganjuk ,Marhaen Jumadi singkat saat dihubungi lewat nomor WhatsApp nya hari ini ( Minggu, 23/03/2025).
Agenda itu masih kata Kang Marhaen erat hubungannya dengan persoalan dibawah. Yaitu proses penyerapan gabah petani yang masih mengalami gendala.
Ditempat terpisah disampaikan Kepala Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom, Susilo Dwi Prasetyo mengapresiasi perhatian pemerintah daerah bersedia mendampingi kaum wong cilik.
” Dengan hadirnya pak bupati besok di Perum Bulog Nganjuk harapannya bisa mengembalikan prosedur awal sesuai instruksi presiden yaitu gabah petani bisa terserap 100% dengan harga sesuai HPP,” ujar Kades Susilo.
Lebih tegas lagi disampaikan Susilo bahwa BULOG harus sesuai komitmen awal. Karena dengan program ini sesuai instruksi presiden tidak boleh berbicara untung dan rugi.
” Instruksi keras presiden harus dijalankan itu harga mati tidak bisa ditawar tawar lagi. Termasuk dari keterangan Mentri Perdagangan Zulkipli Hasan juga sudah jelas menginformasikan gabah petani harus dibeli sekurang kurangnya Rp 6.500,- jangan dibuat main main,” jelas Susilo menirukan instruksi presiden dan Mentri Perdagangan. ( adi)












