Example floating
Example floating
Home

Ini Buktinya! AHY Bilang Perekonomian Mandek, Ternyata Begini Faktanya!

Alfi Fida
×

Ini Buktinya! AHY Bilang Perekonomian Mandek, Ternyata Begini Faktanya!

Sebarkan artikel ini
Ini Buktinya! AHY Bilang Perekonomian Mandek, Ternyata Begini Faktanya!
Ini Buktinya! AHY Bilang Perekonomian Mandek, Ternyata Begini Faktanya!

MEMO

Kementerian Keuangan Bantah Pernyataan AHY tentang Perekonomian Indonesia, Berfokus pada Capaian Positif dan Alokasi Anggaran

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Kementerian Keuangan Klarifikasi Klaim AHY tentang Perekonomian Indonesia

Kementerian Keuangan Menepis Klaim AHY tentang Perekonomian Indonesia

Kementerian Keuangan dengan tegas membantah pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia telah mengalami kemunduran selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). AHY mengeluarkan pernyataan tersebut dalam pidatonya di kanal YouTube Partai Demokrat.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Menanggapi pernyataan AHY, Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, menekankan bahwa sebenarnya perekonomian Indonesia saat ini dapat dianggap paling baik di antara negara-negara lain. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang berhasil bertahan di atas lima persen, ketika banyak negara lain masih berjuang menghadapi tekanan ekonomi global.

Yustinus menyoroti beberapa poin dalam pidato AHY yang menurutnya menarik. Pertama, AHY menuduh bahwa ekonomi Indonesia mandek, meskipun dunia menganggapnya sebagai titik terang di tengah krisis ekonomi global.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Namun, Yustinus menekankan bahwa pemerintah justru tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur untuk mendorong kemajuan, meningkatkan konektivitas, menurunkan biaya logistik, dan mengembangkan sektor ekonomi baru. Dengan langkah-langkah tersebut, daya saing Indonesia akan semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat akan lebih merata. Menurut Yustinus, hal ini merupakan prasyarat mutlak bagi kemajuan Indonesia.

Yustinus juga menegaskan bahwa pemerintah tetap memperhatikan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan dan miskin dalam percepatan pembangunan infrastruktur. Berbagai program pemberdayaan untuk mendukung akses permodalan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta bagi masyarakat miskin dan rentan, dilakukan melalui subsidi bunga, Unit Mikro (UMi), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Salah satu pencapaian yang dipaparkan oleh Yustinus adalah dukungan bagi UMKM pada tahun 2022 yang berhasil terealisasi sebesar Rp26,1 triliun, serta KUR yang tersalur sebesar Rp364,3 triliun untuk 7,6 juta debitur. Pemerintah juga memberikan jaminan korporasi sebesar Rp2,2 triliun untuk delapan debitur.

Capaian Positif dan Alokasi Anggaran Jadi Sorotan dalam Respons Kementerian Keuangan terhadap Pernyataan AHY

Yustinus juga menjelaskan tentang kenaikan belanja pegawai sejak tahun 2019 hingga 2022, yang digunakan untuk meningkatkan gaji dan pensiun pokok, Tunjangan Hari Raya (THR), gaji ke-13, serta perbaikan Tunjangan Kinerja/Lokasi (tukin K/L) bagi pegawai.

Terkait dengan tudingan AHY tentang alokasi anggaran negara, Yustinus menyebut bahwa pemerintah fokus pada prioritas sektor pertanian, perikanan, dan buruh, dengan memberikan subsidi listrik untuk masyarakat miskin, subsidi solar untuk nelayan, serta subsidi pupuk untuk petani.

Yustinus menyampaikan bahwa subsidi pupuk cenderung meningkat rata-rata 36,8 persen selama periode 2019-2022, dan pemerintah terus menyusun skema subsidi yang lebih adil dan tepat sasaran.

Selanjutnya, Yustinus menyebut bahwa pemerintah tidak berdalih terkait rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sebaliknya, pemerintah patuh pada UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengatur batas maksimal utang sebesar 60 persen dari PDB.

Yustinus juga menanggapi permintaan AHY agar pemerintah menghentikan penambahan utang. Yustinus mengatakan bahwa penambahan utang tetap memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Pemerintah berhasil meningkatkan alokasi anggaran pada berbagai sektor walaupun utang bertambah 1,6 kali. Hal ini terlihat dari kenaikan alokasi anggaran yang signifikan pada beberapa bidang penting.

Dalam menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia, Yustinus menyatakan bahwa pada tahun 2018 dan 2019, ekonomi RI stabil masing-masing di 5,2 persen dan lima persen. Angka ini menurutnya lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia.

Akhirnya, Yustinus menyampaikan bahwa sebanyak Rp492 triliun atau 52,5 persen dari belanja pemerintah pusat pada semester I 2023 diarahkan untuk melindungi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Artikel tersebut memberikan pandangan yang komprehensif dan membantah klaim AHY tentang perekonomian Indonesia yang mandek. Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan, menunjukkan berbagai capaian positif dan komitmen untuk mengalokasikan anggaran secara bijaksana demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

Membantah Klaim AHY, Kementerian Keuangan Fokus pada Capaian Positif dan Alokasi Anggaran untuk Kemajuan Ekonomi

Dalam menghadapi klaim Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengenai kondisi perekonomian Indonesia yang disebut mandek, Kementerian Keuangan dengan tegas membantahnya. Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, menyoroti berbagai pencapaian positif, seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas lima persen dan upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur serta mendukung sektor UMKM dan masyarakat rentan.

Lebih lanjut, Yustinus juga menanggapi berbagai tudingan AHY, termasuk mengenai alokasi anggaran dan kebijakan utang pemerintah. Artinya, melalui berbagai program dan skema yang tepat sasaran, pemerintah terus berusaha meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi tantangan ekonomi. Dengan begitu, pernyataan AHY tentang kondisi perekonomian Indonesia yang mandek dapat direspons dengan data dan fakta yang mencerahkan.