Example floating
Example floating
Tekno Digi

BREAKING! Pendiri Binance, Changpeng Zhao, Mundur sebagai CEO Terkait Skandal

Alfi Fida
×

BREAKING! Pendiri Binance, Changpeng Zhao, Mundur sebagai CEO Terkait Skandal

Sebarkan artikel ini
BREAKING! Pendiri Binance, Changpeng Zhao, Mundur sebagai CEO Terkait Skandal
BREAKING! Pendiri Binance, Changpeng Zhao, Mundur sebagai CEO Terkait Skandal

MEMO

Pendiri Binance, Changpeng Zhao, Mengundurkan Diri sebagai CEO Setelah Menerima Kesepakatan dengan Departemen Kehakiman AS terkait Pelanggaran Anti-Pencucian Uang. Bagaimana Mundurnya CZ Mempengaruhi Masa Depan Binance?

Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele

Kesepakatan Kontroversial Binance dengan AS dan Implikasinya pada Masa Depan

Pendiri dan CEO Binance, Changpeng Zhao, telah mengundurkan diri dari jabatannya. CZ, panggilan akrabnya, mengakui kesalahannya terkait pelanggaran undang-undang anti-pencucian uang yang dituduhkan oleh Amerika Serikat.

Mundurnya CZ dari peran CEO Binance merupakan bagian dari penyelesaian investigasi Departemen Kehakiman AS terhadap kegiatan ilegal yang dilakukan oleh Binance.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Dalam kesepakatan tersebut, Binance diwajibkan membayar sekitar US$ 4,3 miliar (setara dengan Rp 66,6 triliun), termasuk sumbangan sebesar US$ 50 juta (Rp 775 miliar) dari kantong pribadi CZ.

Meskipun pemerintah federal AS menyatakan denda yang diberikan kepada Binance sebagai yang terbesar sepanjang sejarah, sejumlah ahli hukum menganggap kesepakatan ini cenderung menguntungkan bagi CZ. Alasannya, sebagian besar kekayaan Zhao tidak terkena sanksi, memungkinkannya untuk tetap mengendalikan Binance dengan relatif mudah.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Binance terbukti melanggar aturan anti-pencucian uang AS karena tidak melaporkan sekitar 100.000 transaksi mencurigakan yang melibatkan organisasi yang ditetapkan oleh pemerintah AS sebagai entitas teroris.

Selain itu, bursa kripto yang didirikan pada tahun 2017 tersebut tidak memberikan laporan terkait transaksi yang terkait dengan situs web penjualan materi pornografi yang melibatkan anak di bawah umur. Binance juga diduga menjadi target utama dalam penyimpanan dan transaksi hasil pemerasan oleh para peretas yang dikenal sebagai pembuat ransomware.

Changpeng Zhao Mundur dari CEO Binance: Penyelesaian Kasus dan Dampaknya

Zhao sendiri, yang merupakan warga negara Kanada yang lahir di China, telah mengakui kesalahannya di hadapan pengadilan di Seattle. Departemen Kehakiman AS berencana untuk menuntut Zhao dengan hukuman penjara selama 18 bulan.