Menurutnya, berdasarkan data inflasi tersebut, pengaruh minyak goreng terhadap angka inflasi lambat laun akan menurun jika penerapan kebijakan satu harga minyak goreng Rp 14.000 per liter dianggap mampu membantu daya beli masyarakat. “Artinya, di pasar-pasar itu sudah banyak yang menggunakan harga acuan pemerintah yang Rp 14.000,” ucapnya.
Meskipun demikian, Margo mengaku saat ini masih ditemukan pedagang yang belum mengikuti kebijakan pemerintah. Sehingga, minyak goreng masih menyumbang inflasi walaupun angkanya sudah menurun. Sebab, saat ini minyak goreng dengan harga terjangkau baru tersebar merata di pasar modern saja.
“Hampir semuanya sudah berjalan dan hanya beberapa saja yang tercatat masih ada kenaikan harga,” pungkasnya.












