Dia juga menambahkan bahwa ketersediaan informasi yang akurat dan relevan sangat penting untuk merumuskan kebijakan adaptasi yang efektif. “Adaptasi yang efektif harus bersifat lokal dan bergantung pada informasi yang dapat diandalkan mengenai cuaca, iklim, dan sumber daya air untuk mendukung pembuatan kebijakan adaptasi,” jelasnya.
Dwikorita mengungkapkan bahwa generasi muda, terutama generasi Alpha, memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas suhu global dan mencegah kenaikannya lebih lanjut. Diharapkan mereka dapat menjadi pelopor dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, terutama dalam bidang energi terbarukan.
“Generasi Alpha diharapkan dapat memberikan solusi inovatif dalam mengatasi perubahan iklim, termasuk dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan dan praktik berkelanjutan. Mereka juga diharapkan dapat aktif dalam pengambilan keputusan yang ramah lingkungan serta membangun jaringan dan kolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas untuk memperkuat upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” imbuh Dwikorita.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Noer Adi Wardojo, menyampaikan pandangan serupa. “Perubahan iklim kini menjadi ancaman serius bagi kehidupan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang sudah mulai kita rasakan dampaknya. Contohnya, kenaikan permukaan air laut dan penurunan keanekaragaman hayati adalah beberapa isu yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.
Baca Juga: Satpol PP Kediri Asah Ketangkasan Anggota Satlinmas Kabupaten Kediri
Noer Adi menambahkan bahwa generasi muda adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim dan diharapkan dapat menjadi agen perubahan untuk menghadapi krisis ini. “Peran generasi muda sangat penting dalam memanfaatkan teknologi hijau untuk melakukan perubahan yang diperlukan dalam era adaptasi perubahan iklim di masa depan,” katanya.
Generasi Muda dan Peran Krusial dalam Mengatasi Perubahan Iklim Menurut BMKG
Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa perubahan iklim adalah ancaman serius yang memerlukan respons global yang kuat. Laporan terbaru dari lembaga internasional menunjukkan bahwa suhu global terus meningkat, dengan tahun 2023 tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah. Tanpa upaya mitigasi yang efektif, dampak perubahan iklim dapat menjadi lebih parah dan merugikan masyarakat luas.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik












