Buat kamu yang lagi bangun bisnis, selain mikirin produk keren dan tim solid, ada satu “senjata rahasia” yang lagi hits banget: influencer. Tapi bingung kan, milihnya yang pengikutnya sedikit (tapi loyal) atau yang pengikutnya lumayan banyak (tapi tetap ramah)?
Nah, Polasukses Akademi baru-baru ini ngadain talkshow seru yang ngebahas tuntas dilema ini. Ini dia bocoran biar kamu gak salah pilih!
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Kenalan dengan Si Kecil & Si Sedang: Mana yang Lebih Ngena?
Yuk, kita kenalan dulu. Ada namanya nano influencer, ini mereka yang punya pengikut 1.000 sampai 10.000 orang. Kalo micro influencer, pengikutnya di antara 10.000 sampai 100.000.
Jumlahnya emang gak sebanyak artis papan atas, tapi justru di sinilah letak kehebatan mereka. Mereka itu ibarat teman curhat yang saran-sarannya beneran didengerin.
Gangsar, salah satu pembicara di talkshow Polasukses Akademi di Madiun, bilang begini, “Nano influencer itu kayak teman dekat. Mereka punya interaksi yang super personal sama pengikutnya, jadi apa yang mereka bilang itu beneran nyampe.” Nah, ini yang bikin engagement rate mereka tinggi banget.
Terus, kata Alsabilah, pembicara lainnya, micro influencer itu pas banget buat brand yang mau jangkau lebih banyak orang tapi budgetnya gak jebol kayak endorse artis mahal.
“Sekarang itu, suksesnya kampanye bukan cuma diliat dari berapa banyak followers-nya, tapi seberapa aktif pengikutnya dan berapa banyak yang beneran beli. Di sini deh, nano sama micro influencer itu jagoan, apalagi buat UMKM dan bisnis yang ukurannya lagi nanggung,” jelas Alsabilah.
Jadi, intinya, kalo kamu punya bisnis lokal dan mau bikin pelanggan setia banget, pilih aja nano influencer. Tapi kalo mau produkmu dikenal lebih luas ke banyak orang, micro influencer bisa jadi andalan.
Strategi Jitu Biar Makin Laris Manis & Tips Anti-Gagal Milih Influencer
Banyak brand kekinian yang udah pinter, mereka gak cuma milih satu jenis influencer. Mereka pake strategi gabungan, alias kerja sama sama beberapa nano dan micro influencer sekaligus. Tujuannya jelas, biar produk makin dikenal luas dan orang-orang makin percaya.
Contohnya, ada produk skincare lokal yang jualannya naik sampai 60% cuma dalam dua bulan, setelah gandeng 5 nano influencer di kota-kota kecil dan 3 micro influencer di kota besar. Jelas kan, strategi ini ampuh banget buat nyasar banyak pasar.
Gak cuma itu, di talkshow itu juga dibocorin tips anti-gagal buat milih influencer:
Lihat Interaksinya, Jangan Cuma Pengikutnya: Yang paling penting itu seberapa sering pengikutnya ngasih like, komen, atau share. Itu nunjukin mereka beneran peduli.
Cek Komennya, Asli Apa Robot?: Pastiin komen-komen di postingannya beneran dari manusia, bukan cuma robot yang asal nge-komen.
Lihat Konsistensi Kontennya: Cocok gak sih gaya dan tema kontennya sama nilai-nilai yang bisnis kamu punya? Jangan sampai beda jauh.
Intip Hasil Kerja Sebelumnya: Coba deh liat postingan promosinya yang udah-udah. Keren gak?
Minta Data Penjualan atau Kunjungan: Jangan malu minta data performa dari influencer, kayak berapa orang yang liat, berapa yang nge-klik, dan sebagainya.
Terakhir, dalam kerja sama dengan influencer, jangan lupa untuk selalu komunikasi yang baik, kayak teman tapi tetap profesional. Usahakan biar sama-sama untung (win-win solution), bisa barter produk atau kasih benefit tambahan.
Terus, buat perjanjian sederhana aja, bisa lewat email atau WhatsApp. Yang penting jelas. Dan yang paling penting, setelah mereka promosiin produkmu, jangan lupa kirim produknya, kasih ide konten, dan dukung balik konten yang mereka bikin.
Di zaman serba digital ini, milih influencer itu gak bisa cuma ngeliat angka followers. Mau itu nano atau micro, dua-duanya punya potensi gede buat bikin brand-mu naik daun dan jualanmu laris manis. Asal, kamu pilihnya dengan strategi yang pas dan tahu tujuan bisnismu apa. Selamat mencoba!












