Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Berita

Skandal Polisi Minta Testimoni, Perguruan Tinggi Buka Suara!

A. Daroini
×

Skandal Polisi Minta Testimoni, Perguruan Tinggi Buka Suara!

Sebarkan artikel ini
Skandal Polisi Minta Testimoni Perguruan Tinggi Buka Suara

Ferdinandus menerima pesan melalui Whatsapp pada Jumat siang, 2 Februari 2024, dari seseorang yang mengaku dari Polrestabes Semarang atas instruksi dari Polda. Dia diminta untuk membuat video testimoni tentang pemilihan umum dan kinerja pemerintahan Joko Widodo.

Namun, Ferdinandus tidak merespons permintaan tersebut. Polisi tersebut kemudian mencoba meneleponnya, tetapi tidak diangkat. Dia juga dikirimi beberapa contoh rekaman video dari pimpinan perguruan tinggi lain yang telah membuatnya.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Hingga Senin, 5 Februari 2024, orang yang mengaku sebagai anggota polisi itu masih mencoba menghubungi Ferdinandus. Namun, Ferdinandus tetap tidak menjawab.

Pada Sabtu sebelumnya, 3 Februari 2024, Ferdinandus menghadiri pertemuan pimpinan perguruan tinggi Katolik di Surabaya. Dalam pertemuan tersebut, dihasilkan sejumlah sikap terhadap dinamika nasional terkini, yang mereka anggap sebagai tanggung jawab mereka untuk menyuarakan kebenaran.

Rektor Universitas Katolik Tolak Permintaan Video, Sikap Perguruan Tinggi

Upaya polisi meminta testimoni dari pimpinan perguruan tinggi, disertai dengan rekaman video yang tersebar di media sosial, menimbulkan perdebatan. Beberapa pimpinan perguruan tinggi, seperti Rektor Universitas Katolik Soegijapranata, menolak permintaan tersebut. Sikap ini mencerminkan tanggung jawab mereka untuk mempertahankan kebebasan akademik dan independensi institusi pendidikan.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini