Pengunduran diri ini menimbulkan kekhawatiran terkait penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) 2026. RKAS merupakan dokumen krusial yang menjadi acuan penggunaan dana sekolah selama setahun. Jika posisi bendahara tidak segera terisi, proses penyusunan RKAS terancam tersendat.
Leif mengakui bahwa bendahara yang lama sudah meminta diganti sejak lama agar sistem pengelolaan keuangan tidak bergantung pada satu orang. Ia memastikan bendahara yang masih aktif akan tetap terlibat dalam pembahasan RKAS 2026 sampai ada pengganti yang ditetapkan.
Baca Juga: Arena Sabung Ayam Muncul Lagi di Trenggalek, Warga Resah: Dekat Masjid, Ramai Sampai Larut
Menanggapi isu adanya voting untuk pemilihan bendahara BOS yang beredar di kalangan siswa dan wali murid, Leif menyebut hal itu kemungkinan terjadi di era kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya. “Sewaktu saya masuk, belum ada pemilihan bendahara BOS. Nanti juga akan kita bicarakan dengan tim untuk membahas itu,” paparnya.












