Example floating
Example floating
Home

Batik Khas Kabupaten Trenggalek Jadi Busana Bergaya Belanda

A. Daroini
×

Batik Khas Kabupaten Trenggalek Jadi Busana Bergaya Belanda

Sebarkan artikel ini
Batik Khas Jadi Busana Bergaya Belanda

Serangkaian karya fesyen oleh ketua Dewan Dekranasda Trenggalek, Novita Hardini berhasil menarik perhatian penonton Hari Mode di Museum Tekstil, Jakarta. Pakaian itu berasal dari Trenggalek berupa khas Batik yang diubah menjadi pakaian gaya Belanda yang indah.

Ketua Dekranasda, Novita Hardini, mengatakan dia berterima kasih atas penerimaan positif para pengunjung. Menurutnya, ini menjadi menghirup udara segar bagi produk superior Trenggalek yang semakin dikenal.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan sesuai rencana dan berjalan dengan baik. Lalu saya senang dengan karya -karya Trenggalek Batik yang dikelola atau dirancang melalui tangan perancang Jawa Timur,” kata Novita Hardini setelah memajang karyanya di Museum Tekstil.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Tidak hanya itu, Trenggalek Batik juga terlihat cantik dan elegan ketika muncul di catwalk setelah dikelola dan dirancang oleh beberapa desain terkenal Jawa Timur.

Menurut wanita Ayu ini, jejak sejarah menginspirasi dia. “Untuk membuat pekerjaan mode gaya Belanda, Kardna menghidupkan kembali sejarah perlu diperjuangkan,” lanjut wanita yang energik ini.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Selain mengadakan acara ini, ia ingin meningkatkan UKM. Cara menembus pasar. Dia juga ingin membawa Trenggalek Batik untuk memperluas pasar. Terutama untuk orang -orang Jabodetabek.
“Pertama, Anda dapat mendengar Trenggalek Batik, filosofi seperti apa, kecantikan seperti apa,” jelasnya. Dia berharap bahwa semua orang di arena nasional ini dapat membantu UKM dengan membeli produk mereka di pameran ini.
Menemani istrinya dalam upaya untuk memperkenalkan produk MSME, Trenggalek Bupati, Mochamad Nur Arifin percaya Trenggalek Fashion Day dapat memberikan hasrat bagi aktivis UKM di Trenggalek.
“Tentu saja saya yakin, parameter seperti yang kita lihat di belakang, orang -orang sibuk melayani pembeli. Setelah peragaan busana, Trenggalek batik batik ramai,” jelas Bupati Muda.

“Untuk teman -teman yang ada di sini, Anda dapat pergi ke Tokopedia dan mengetik Tresno Trenggalek. Nanti toko khusus akan muncul semua produk Trenggalek. Mulai dari Batik, makanan ringan dan bahkan seperti sepatu yang saya kenakan. Semua hasil dari pengrajin Trenggalek ada di sana ada di sana ada di sana ada di sana ada di sana. , “dia berkata.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Upaya dari ketua Trenggalek Regency Dekranasda dalam memperluas pasar UMKM dalam acara ini mulai dirasakan. Sebagai Blusukan di pasar Tanah Abang (pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara) beberapa waktu yang lalu. Upaya ini tidak hanya mendapatkan respons pedagang. Baru saja diperkenalkan, salah satu pedagang di pasar ini meminta 10 potong kain. Pada malam hari saya meminta 20 bagian lagi.

Bahkan kemudian, ketika dikirim ke pedagang 5 potong kain, pembeli telah menunggu. Ini dibenarkan oleh kepala perusahaan mikro, mikro dan UMKM Trenggalek , Agus setiyono.

Menurutnya setelah ketua Dekranasda melakukan Blusukan di pasar Tanah Abang, upaya keras istri Bupati Trenggalek segera terbayar. Tidak hanya menanggapi oleh pedagang, tetapi beberapa potong Trenggalek Batik segera dijual.