Secara khusus, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre) atas peran aktifnya dalam memobilisasi bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan.
“Bantuan kemanusiaan harus disalurkan dengan cepat dan menjangkau semua pihak tanpa terkecuali. Saya menyerukan agar kita semua dapat mengesampingkan perbedaan yang ada dan saling membantu, tanpa memandang batasan apapun,” tegas Menlu RI.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Dalam pertemuan penting tersebut, para Menteri Luar Negeri sepakat untuk memperkuat respons darurat melalui mekanisme ASEAN Standby Arrangements, mengerahkan ASEAN Emergency Response and Assessment Team (ASEAN-ERAT) untuk melakukan penilaian cepat dan memberikan respons awal, serta mempersiapkan bantuan melalui Disaster Emergency Logistics System for ASEAN (DELSA) guna memastikan distribusi bantuan yang cepat dan tepat sasaran.
Para Menteri Luar Negeri juga menyampaikan harapan besar agar tercipta situasi yang kondusif di wilayah terdampak, sehingga penyaluran bantuan kemanusiaan dapat berjalan lancar. Selain itu, mereka juga mendorong upaya rekonsiliasi nasional di Myanmar demi mewujudkan perdamaian jangka panjang yang berkelanjutan.












