Pertama, upaya untuk menumbuhkembangkan nasabah atau debitur eksisting dengan langkah pemberdayaan untuk mengembangkan nasabah eksisting yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
Model Bisnis Baru dan Digitalisasi Pasar Tradisional
Pemberdayaan itu mulai dari literasi digital hingga membantu nasabah menemukan bisnis model baru, termasuk mendigitalisasi pasar tradisional. “Lebih dari 4.500 pasar tradisional di Indonesia telah menggunakan platform web pasar BRI atau pasar.id,” katanya.
Strategi kedua, BRI berusaha menemukan sumber-sumber pertumbuhan kredit yang baru dengan menyasar segmen yang lebih kecil lagi, yakni ultra mikro. Beragam inovasi digital dihadirkan BRI, termasuk membangun ekosistem digital.
BRI Bertransfomasi Dengan Aplikasi Digital
BRI juga mentansformasi proses bisnisnya dengan berbagai aplikasi digital. Bank BUMN ini sudah memiliki BRISPOT, ditambah agen BRILink yang juga memiliki aplikasi-aplikasi digital lain.
Baca Juga: Menteri Koperasi dan UKM Dorong Penghapusan Tagihan Kredit Macet Bagi UMKM
BRI juga telah menyalurkan kredit UMKM dengan porsi terbesar, yakni 80,6% pada kuartal I 2021. Bank pelat merah ini menargetkan untuk mencapai penyaluran kredit sebesar 85% hingga akhir tahun.
Penyaluran kredit Melalui Kredit Usaha Rakyat dan Kredit Modal Kerja
Untuk menggenjot portofolio tersebut, BRI fokus dengan penyaluran kredit seperti melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga Kredit Modal Kerja (KMK) yang dijamin oleh lembaga penjaminan kredit.
BRI Tawarkan skema KUR tanpa jaminan
Kredit segmen mikro menjadi penopang pertumbuhan kredit BRI di tengah kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kredit mikro BRI tercatat tumbuh 12,43% secara tahunan menjadi Rp 360,03 triliun pada Kuartal I 2021.
Adapun pada tahun ini, BRI menawarkan skema KUR tanpa jaminan yang bisa disalurkan ke pelaku usaha ultra mikro yang diperkirakan sebanyak 57 juta.
Memperkuat Ekonomi Indonesia
Langkah Pemerintah RI dengan menggalakkan pemberian kredit bantuan lunak kepada poelaku UMKM di Indonesia diharapkan bisa membangkitkan ekonomi lokal berbasis sumberdaya lokal, memperkuat ekonomi Indonesia.
Selain BRI, bebereapa bank plat merah diharapkan bis amemberikan solusi pendanaan yang lebih luas kepada pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dengan UMKM tumbuh, maka ekonomi nasional juga semakin kuat dan tumbuh memperkokoh pondasi ekonomi kerakyatan, sebagaimana diamanatkan oleh undang undang .












