
Jakarta, Memo.coid
HUjan deras yang mengguyur Pulau Jawa, kemarin, menyisakan duka. Di wilayah Jogja dan Jawa Timur, hujan yang diikuti dengan puting beliung memporakporandakan perumahan, pohon bertumbangan dan kerusakan fasilitas umum. Akibatnya, 2 orang meninggal dunia dan sebanyak 292 rumah di Jogja dan Jawa Timur mengalami rusak parah.
Pusat Data Informasi BNPB mengirim release ke email redaksi Memo, Jumat tadi. Dari data yang ada sebanyak 28 titik tersebar di Kabupaten Sleman, di Kota Jogja ada 5 titik, di Bantul ada 1 titik, mengalami dampak langsung dari puting beliung.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
” Kawasan yang terkena dampak puting beliung adalah Sleman, meliputi kecamatan Cebongan, Tempel, Margomulyo, Ngemplaksari, Kecamatan Seyegan. Akibat bencana tersebut, satu orang meninggal dunia. Selain itu 25 rumah rusak, 37 pohon tumbang, 2 titik jaringan listrik tergangu, 3 fasilitas umum rusak, 9 akses ruas jalan terganggu dan 3 mobil serta satu sepeda motor rusak di Sleman,” kata Sutopo Purwo NUgroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB .
Dikatakan juga, ada seorang petani yang berteduh kemudian tertimpa bangunan karena roboh di lokasi dekat sawah di Klepu Kabupaten Slemen. Bangunan yang roboh tersebut menimpa petani tersebut hingga meninggal dunia. Namanya adalah Suwandi , usia 65 tahun,tinggal di Sumberarto RT/RW 3/7 Subergaung Msyudan Sleman . Kini, di Kabupaten tersebut didirikan Posko Lapangan di Balai Desa Sumberdadi, Mlati. Posko dikomandani Mayor Infanteri Totok. Sedang di daerah JOgja, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul ditangani langsung oleh BPBD masing masing.
Sementara itu, di Jawa Timur, puting beliung juga melalak lantakkan wilayah Jember. Yang paling parah adalah di Kecamatan Pakusari dan Sumbersari di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur. Akibat puting beliung itu, 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka, dan 267 rumah rusak. Yang meninggal adalah Ibu Musia, 60 tahun, warga Dusun Gempal Desa Pakusari Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember.
Sdang kerusakan rumah terjadi di Pakusari Kecamatan Pakusari. Ada 23 rumah roboh dan 240 rumah rusak berat. Di Jatian, Kecamatan Pakusari, 15 rumah rusak berat. “Di Desa Subo, Pakusari, 2 rumah rusak berat. Di Desa Sumberpinang, Pakusari, 5 rumah rusak ringan. Di Desa Antirogo, Sumbersari, satu rumah rusak sedang, 4 rumah rusak ringan,” papar Sutopo Purwo Nugroho.
Untuk fasilitas umum yang terganggu di wilayah Pasuruan. Jalur Malang dari arah Purwosari, Pasuruan lumpuh gara-gara diterjang banjir bercampur lumpur yang menyapu jalan raya.Curah hujan yang tinggi dari hulu membuat sungai tak mampu menampung volume air. Kontan air yang bercampur lumpur meluap dan membuat arus lalu lintas dari Pasuruan ke Malang dan sebaliknya lumpuh.
“Air meluap akibat hujan deras selama dua jam di wilayah Lawang Kabupaten Malang dan di wilayah Purwodadi Barat Kabupaten Pasuruan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana. ( ed )












