Example floating
Example floating
Jatim

Balon Udara Meledak di Atap Rumah Warga Magetan, 12 Genteng Pecah

Ferdi Ragil
×

Balon Udara Meledak di Atap Rumah Warga Magetan, 12 Genteng Pecah

Sebarkan artikel ini

Magetan, Memo

Sebuah balon udara berukuran sekitar tiga meter jatuh di atap rumah warga Dusun Sekarputih, Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Minggu pagi (27/7/2025). Balon tersebut membawa puluhan petasan kecil, yang sebagian meledak saat jatuh dan menyebabkan kerusakan pada rumah milik Marsis (65).

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Kapolsek Lembeyan, AKP Rochmadi, membenarkan kejadian tersebut. “Pada pukul 06.15 WIB telah terjadi balon udara jatuh yang menimpa rumah warga atas nama Marsis,” ujarnya.

Akibat ledakan dari petasan yang ikut terbakar bersama balon, sekitar 12 genteng rumah pecah dan sejumlah serpihan jatuh ke dalam rumah.

Baca Juga: Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak

Saksi mata, Kemis (54), warga setempat yang juga berstatus PNS, bersama warga lainnya segera berinisiatif memadamkan sisa petasan yang belum meledak. “Kami menyiram sisa petasan yang belum meledak lalu melapor ke Polsek Lembeyan,” ungkapnya.

Petugas kepolisian dari Polsek Lembeyan melalui Kanit Reskrim, Kanit Intel, dan Ka SPK langsung menuju lokasi kejadian. Barang bukti yang diamankan berupa plastik balon sepanjang 3 meter, 20 sisa petasan kecil, dan pecahan genteng rumah. Asal balon diduga dari arah timur, namun masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Dua Bocah Driyorejo Gresik Mengalami Luka Bakar Parah Akibat Injak Serbuk Mercon

“Tim kami telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, meminta keterangan saksi, dan melanjutkan penyelidikan,” tambah Kapolsek Rochmadi.

Kejadian ini menjadi pengingat bahaya dari tradisi pelepasan balon udara disertai petasan, yang sering muncul saat perayaan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Pemerintah dan aparat mengimbau masyarakat agar menghentikan tradisi berisiko tinggi ini demi keselamatan bersama.