Pencarian yang dilakukan tidaklah mudah. Tim SAR mengerahkan tiga unit SRU (Search and Rescue Unit) air untuk menyisir sungai sejauh satu kilometer dari lokasi kejadian. Mereka menggunakan perahu rafting dan metode susur sungai, melawan kondisi arus yang deras dan air yang berlumpur. Tak hanya tim profesional, solidaritas dari masyarakat setempat juga menjadi kekuatan utama. Warga ikut membantu memantau dari darat, menunjukkan kepedulian yang mendalam.
Pada Jumat (22/8/2025) pagi, sekitar pukul 10.08 WIB, titik terang itu akhirnya datang. Tim SAR berhasil menemukan jenazah Adzriel. Dengan hati-hati, jenazah dievakuasi dan segera dibawa menuju rumah duka. Tangis haru dan kesedihan yang mendalam menyambut kedatangan Adzriel, mengakhiri pencarian yang panjang dan melelahkan.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi ini. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan dukungan dari semua pihak yang terlibat, termasuk warga sekitar sungai yang turut membantu memantau,” ujarnya, menegaskan betapa pentingnya kerja sama dalam misi kemanusiaan seperti ini.












