Menurut dia, dengan dibukanya pembatasan itu, okupansi hotel dan restoran akan mengalami perbaikan. Diprediksi kenaikan okupansi hingga 50 persen.
“Yang tadinya itu rata-rata sekitar 20-30 persen, sekarang kita proyeksikan itu bisa tumbuh 45 sampai 50 persen hingga akhir tahun. Kita tidak bisa mengandalkan wisatawan domestik saja karena kontribusi 70 persen (wisman) itu,” jelas Maulana Yusran ketika dihubungi JawaPos.com, Minggu (6/3).
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Dampak ekonomi dari bebas karantina diyakini tidak hanya dirasakan Bali semata. Wilayah sekitar pun mendapat imbasnya, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga akan melaksanakan event internasional MotoGP 2022 Mandalika per 18-20 Maret mendatang.












