EMO – Kabar terbaru dari Jasa Marga menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pergerakan kendaraan selama periode mudik Lebaran, terutama pada hari Jumat (28/3/2025). Lonjakan volume kendaraan ini terlihat jelas di berbagai titik, salah satunya adalah Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama.
“Terjadi tren peningkatan arus kendaraan dari hari ke hari. Puncaknya terlihat di GT Cikampek Utama yang mengalami kenaikan volume kendaraan yang cukup signifikan,” jelas Lisye Octaviana, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dalam sebuah diskusi bersama Pro 3 RRI, Jumat (28/3/2025).
Lebih lanjut, ia memaparkan data bahwa hingga hari Kamis (27/3/2025), jumlah kendaraan yang melewati GT Cikampek Utama telah mencapai angka 102 ribu. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan yang cukup tajam menjelang periode puncak mudik yang diprediksi jatuh pada hari Jumat (28/3/2025) ini.
“Pada tanggal 21 Maret 2025, tercatat sekitar 34 ribu kendaraan yang melintas. Angka ini kemudian meningkat menjadi 41 ribu kendaraan. Bahkan, diprediksi hingga H-6 Lebaran, volume kendaraan yang melintas akan mencapai 52 ribu,” ungkapnya.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan, Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Terdapat tiga aspek utama yang menjadi prioritas dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jalan, yaitu keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan.
“Terkait aspek keselamatan, kami sepenuhnya mendukung rencana rekayasa lalu lintas yang akan dilaksanakan oleh Korlantas sesuai dengan Surat Keputusan Bersama,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas ini akan sangat bergantung pada kondisi aktual di lapangan.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Jasa Marga telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pemasangan rambu dan marka jalan yang memadai. Selain itu, mereka juga menyiagakan mobil patroli untuk memastikan kendaraan tetap melaju dalam batas kecepatan yang aman.
“Terutama untuk kendaraan yang melintasi jalur *contraflow*, kami terus melakukan persiapan yang matang,” pungkasnya.












