Example floating
Example floating
Home

Arus Balik Lebaran 2025: ASDP Terapkan ‘Delaying System’, Rahasia Lancar Tanpa Macet

Avatar
×

Arus Balik Lebaran 2025: ASDP Terapkan ‘Delaying System’, Rahasia Lancar Tanpa Macet

Sebarkan artikel ini

MEMO – PT ASDP Indonesia Ferry mengambil langkah inovatif dengan menerapkan ‘delaying system’ di delapan titik ‘buffer zone’ selama arus balik Lebaran 2025. Sistem ini dirancang untuk menampung hingga 1.560 kendaraan, demi kelancaran arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, dan Pelabuhan Merak, Banten.

“Sistem ini juga diterapkan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, tujuannya adalah mengatur pergerakan kendaraan agar tetap terdistribusi dengan baik,” jelas Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, dalam keterangan persnya, Kamis (3/4/2025).

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Shelvy mengungkapkan bahwa pergerakan arus balik Lebaran 2025 menunjukkan pola yang lebih merata dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini, menurutnya, merupakan dampak positif dari kebijakan ‘Work from Anywhere’ (WFA) yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Dampak positif dari kebijakan WFA terlihat dari berkurangnya kepadatan di hari-hari tertentu. Arus lalu lintas di pelabuhan menjadi lebih lancar dan terkendali,” ujar Shelvy.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Lebih lanjut, Shelvy memaparkan data penyeberangan masyarakat pada H+1 Lebaran 2025 dari Pulau Sumatra ke Jawa, tepatnya dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, ke Pelabuhan Merak, Banten.

Ia menyebutkan bahwa pergerakan penyeberangan masyarakat pada H+1 Lebaran 2025 dari Sumatra ke Jawa mengalami penurunan sebesar 4-5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

“Berdasarkan data Posko Bakauheni, total penumpang yang menyeberang dari Sumatra ke Jawa pada H+1 Lebaran tercatat 57.801 orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 4,8 persen dari tahun lalu. Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang mencapai 14.866 unit,” kata Shelvy.