Kediri, Memo
Sisa-sisa amuk massa yang menghanguskan sejumlah fasilitas publik di Kediri menyisakan duka mendalam. Di tengah puing-puing Kantor Pemerintah Kabupaten yang hangus, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan pesan emosional.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
Ia menyebut kehancuran yang terjadi tidak hanya merusak gedung, tetapi juga melukai hati seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat. Ironisnya, di saat yang sama, pihak kepolisian mengumumkan penangkapan 123 pelaku, sebagian besar di antaranya adalah pelajar dan anak-anak di bawah umur.
Dengan wajah prihatin, Mas Dhito, sapaan akrab Bupati, mengungkapkan bahwa kehancuran ini lebih dari sekadar kerugian material. “Yang hancur bukan hanya gedung, tapi juga hati kami semua,” ujarnya, Minggu sore (31/8/2025).
Ia menambahkan bahwa meskipun api telah padam, dampak sosial dari peristiwa ini akan membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Kerusakan masif terjadi di 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk kantor bupati, DPRD, Inspektorat, dan Bappeda. Berkas-berkas penting yang menjadi tulang punggung pelayanan publik, seperti dokumen kepegawaian dan data bantuan sosial, kini hanya menjadi abu.
Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan
Yang paling memilukan, amukan massa juga merusak Museum Bhagawa Tabari, tempat sejarah Kediri dijaga. Artefak berharga seperti fragmen kepala Ganesha, arca Bodhisattwa, dan kain batik dilaporkan hilang.
“Taruh saja di Pemkab, tidak perlu takut atau malu,” pinta Mas Dhito kepada siapa pun yang mengambil benda-benda tersebut, memohon agar warisan budaya itu dikembalikan.
Di sisi lain, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji membeberkan fakta yang mengejutkan. Dari 123 orang yang diamankan, mayoritas adalah anak di bawah umur.
“Ada siswa SMP, SMA, SMK, bahkan santri,” ungkapnya, mengisyaratkan bahwa aksi anarkis ini harus menjadi alarm bagi para orang tua dan pendidik. Kapolres berjanji akan memproses hukum para pelaku yang terbukti bersalah dan memastikan catatan kejahatan ini akan membekas.
Meskipun dalam kondisi lumpuh total, roda pemerintahan dipastikan akan tetap berjalan. “Mulai besok, aktivitas pemerintahan tetap kami jalankan, meski dengan segala keterbatasan,” kata Mas Dhito.
Mendapat dukungan penuh dari TNI, Dandim 0809 Kediri, Letkol Inf. Ragil Jaka Utama, menyatakan kesiapannya untuk membantu pemulihan keamanan dan roda pemerintahan.
Sebagai penutup, Mas Dhito menyampaikan pesan yang mendalam. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi.
“Perbedaan pandangan adalah fitrah, tapi persatuan dan kedewasaan berdemokrasi adalah jalan menuju masa depan,” pungkasnya, mengajak semua pihak untuk belajar dari peristiwa pahit ini dan bersama-sama membangun kembali Kediri.












