Berdasarkan sejumlah hasil survei, Anies selalu menduduki posisi dengan elektabilitas terendah jika dibandingkan dengan Ganjar atau Prabowo. Hasil survei terbaru dari Litbang Kompas menunjukkan bahwa dalam simulasi terbuka, elektabilitas Ganjar berada pada 24,9 persen, Prabowo Subianto 24,6 persen, sementara Anies Baswedan hanya mencapai 12,7 persen.
Selain itu, hasil survei Indikator Politik Indonesia beberapa waktu lalu juga mencatat elektabilitas Anies berada di posisi terbawah. Dalam simulasi top of mind, elektabilitas Anies mencapai 15,4 persen, sementara Prabowo mencapai 22,2 persen dan Ganjar 22,8 persen.
Bahkan dalam simulasi yang melibatkan 34 nama semi-terbuka, Anies masih tertinggal dengan perolehan 20,2 persen, sementara Prabowo mencapai 28,2 persen dan Ganjar mencapai 31,1 persen.
Anies Baswedan dan Dilema Elektabilitas: Perbandingan Hasil Survei Internal dan Eksternal
Dalam konteks persaingan politik yang semakin ketat, elektabilitas Anies Baswedan menjadi topik hangat. Namun, hasil survei terus menempatkannya di bawah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Dalam simulasi terbaru, elektabilitas Anies masih tertinggal jauh. Komentar-komentar skeptis dari politisi seperti Surya Paloh menyoroti ketidaksesuaian hasil survei.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Dengan perbandingan antara data survei eksternal dan hasil survei internal, pertanyaan tentang seberapa akurat dan relevan survei politik masih menjadi perdebatan yang belum terselesaikan. Dalam waktu mendatang, mungkin akan lebih jelas apakah elektabilitas Anies dapat meningkat dan bagaimana hasil survei akan memengaruhi dinamika politik menjelang pemilihan presiden mendatang.












