Example floating
Example floating
TRENGGALEK

Anggaran Minim di Tengah Ancaman Generasi, DPRD Desak Pemkab Prioritaskan Kesehatan

A. Daroini
×

Anggaran Minim di Tengah Ancaman Generasi, DPRD Desak Pemkab Prioritaskan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Anggaran Minim di Tengah Ancaman Generasi, DPRD Desak Pemkab Prioritaskan Kesehatan

Efisiensi dan Subsidi Silang di RSUD: Saat Semua Harus Mengencangkan Ikat Pinggang
Selain Dinkes PPKB, raker ini juga menghadirkan dua rumah sakit milik daerah: RSUD dr Soedomo dan RSU Panggul. Komisi IV juga memberikan catatan penting untuk pengelolpengelolaan keuangan rumah sakitah kondisi fiskal daerah yang ketat.

Untuk RSUD dr Soedomo, Sukarudin meminta agar pendapatannya tidak serta-merta dihabiskan untuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Istilah kita, harus ada Silpa yang direncanakan, dimana target pendapatan di 2026 nanti kita minta Rp6 miliar untuk setor ke kas daerah (Kasda),” katanya.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Bupati Trenggalek Mas Ipin "Tersandra" di Arab Saudi

Permintaan ini menegaskan prinsip subsidi silang dan efisiensi. “Jadi tidak semua pendapatan dibelanjakan untuk rumah sakit. Harus bersabar untuk kencangkan ikat pinggang dan bersubsidi silang dengan kebutuhan Pemkab,” tambah Sukarudin, mengingat RSUD dr Soedomo sempat mendapatkan dana segar dari pinjaman beberapa waktu lalu.

Sementara itu, untuk RSU Panggul, Komisi IV memahami bahwa rumah sakit ini masih membutuhkan banyak pembenahan fasilitas, termasuk penambahan SDM. Oleh karena itu, Komisi IV tidak menargetkan Silpa dari RSU Panggul, melainkan menargetkan peningkatan pendapatan dari Rp6 miliar menjadi Rp10 miliar pada tahun 2026.

Baca Juga: Batu Raksasa Setara Truk Longsor dari Tepi Gunung, Tutup Jalur Trenggalek Ponorogo

Di tengah pembahasan anggaran yang ketat, Sukarudin juga menyinggung upaya peningkatan layanan. Pelayanan eksekutif khusus dokter spesialis di RSUD dr Soedomo, misalnya, akan segera melakukan MoU dengan BPJS mulai Januari tahun depan, memudahkan akses masyarakat Trenggalek terhadap layanan rawat jalan spesialis.

Namun, fokus utama Komisi IV tetap pada penanganan stunting. Raker ini menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka APBD, ada ribuan masa depan anak-anak Trenggalek yang dipertaruhkan, menuntut prioritas dan keberanian dalam alokasi anggaran.

Baca Juga: Arena Sabung Ayam Muncul Lagi di Trenggalek, Warga Resah: Dekat Masjid, Ramai Sampai Larut