Hobi santai di akhir pekan sering kali menggoda, terutama jika diiringi camilan keripik kentang. Tapi, yang mungkin tidak disadari adalah dampak buruknya terhadap kesehatan, terutama terkait dengan penyakit mematikan seperti kanker pankreas.
Baca Juga: Manfaat Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan dan Kesehatan Tubuh
Menurut Ari Fachrial Syam, seorang spesialis penyakit dalam dan Guru Besar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, gaya hidup yang cenderung kurang bergerak seperti ini sebaiknya dihindari.
Pasalnya, pola hidup seperti itu dapat meningkatkan risiko kanker pankreas, terutama pada generasi muda.
Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur
Kanker pankreas yang dulunya sering dikaitkan dengan usia lanjut, kini juga muncul pada orang dewasa muda. Ari menyebutkan bahwa dia telah menangani pasien kanker pankreas yang berusia awal 30-an. “Saya pernah menemukan kasus seperti itu, di usia yang masih relatif muda. Padahal, biasanya penyakit ini lebih umum pada usia lanjut,” ungkapnya dalam sebuah konferensi pers oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Jumat (6/1).
Gaya Hidup ‘Rebahan’ dan Dampaknya terhadap Risiko Kanker Pankreas
Gaya hidup kurang aktif dapat menjadi pemicu kanker pankreas pada generasi muda karena juga diikuti oleh kebiasaan tidak sehat lainnya. Misalnya, kegemaran mengonsumsi daging merah yang tinggi lemak dan dipanggang, merokok, serta minum alkohol.
“Akibatnya, tubuh menjadi kelebihan berat badan dan seringkali tidak menyadari risiko tersebut. Padahal, ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker pankreas,” tambahnya.
Pankreas merupakan organ penting dalam tubuh yang terlibat dalam sistem pencernaan. Fungsinya mencakup produksi enzim dan hormon insulin.
Jika gaya hidup kurang aktif dipadukan dengan pola makan yang buruk, organ-organ dalam tubuh, termasuk pankreas, akan bekerja keras untuk mencerna makanan tersebut. Ketika makanan yang dikonsumsi tidak memberikan nutrisi yang cukup dan justru mengandung zat berbahaya, pankreas akan bekerja ekstra dan berisiko mengalami kerusakan.
“Konsumsi makanan yang tinggi lemak membuat organ dalam bekerja lebih keras. Ini bisa menimbulkan masalah. Terkadang makanan yang tidak tercerna dengan baik dapat menyebabkan peradangan, polip, bahkan berkembang menjadi kanker,” paparnya.
Gaya Hidup ‘Rebahan’ dan Ancaman Kanker Pankreas pada Generasi Muda: Peringatan Penting untuk Kesehatan
Penting untuk menyadari bahwa gaya hidup sedentary dan kebiasaan makan yang buruk dapat memicu risiko kesehatan yang serius, terutama berkaitan dengan kanker pankreas. Upaya untuk menjaga pola makan seimbang dan meningkatkan aktivitas fisik menjadi kunci penting dalam mengurangi risiko terkena penyakit mematikan ini pada generasi muda.