
Tulungagung, Memo.co.id
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Akhirnya, anak tenggelam di sekitar DAM Majan Kedungwaru Tulungagung, sejak pukul 14.00 Jumat, kemarin, baru ditemukan Sabtu dini hari tadi, sekitar pukul 13.00 WIB. Mayat korban Syamsi Dhuha ( 15) warga Ketanon Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung tersebut ditemukan di sekitar DAM Majan.
Tim SAR Kabupaten Tulungagung yang sehari penuh melakukan penyusuran hingga petang dan dini hari tadi, berhasil menemukan mayatnya disekitar 20 meter dari tempat hanyutnya korban karena tidak sanggup berenang dari kedalaman air. Syamsi Dhuha ditemukan mengapung di pinggir sungai.
Kapolsek Kedungwaru AKP Purwanto mengatakan bahwa korban anak tenggelam ditemukan tidak jauh dari lokasi hilangnya anak tersebut karena tidak bisa berenang. Sekitar 20 meter dari lokasi bermain mereka. Dario lima teman temannya yang bermain di sungai itu, hanya dia yang tidak bisa berenang.
” Petugas dan tim SAR Kabupaten Tulungagung mengevakuasi jenasah untuk diangkat ke dataran. Memang kondisi air di DAM Majan Kedungwaru ketinggiannya sekitar 2,5 hingga 3 meter,” kata AKP Purwanto.
Baca Juga: Menteri Imigrasi Diminta Pimpin Investigasi Dugaan Kekerasan Oknum Petugas Lapas Kediri
Sebelum dipulangkan ke rumah duka, jenazah Samsi dibawa ke RSUD dr.Iskak Tulungagung untuk diotopsi. Rencananya proses pemakaman jenazah Samsi akan dilakukan jam 9 pagi ini.
Kapolsek Kedungwaru AKP Purwanto mengatakan, Samsi Dhuha bersama tiga teman lainnya sekitar pukul 15.0 habis sholat Jumat, mandi di sungai Ngrowo. Sebenarnya, sungai tersebut tidak berombak, dan cukup tenang. Sebelumnya, mereka berempat berencana main bola di lapangan desa Winong.
“Namun, karena teman lainnya belum datang, korban bersama teman teman lainnya mandi di sungai Ngrowo. Namun dikarenakan korban tidak kuat berenang sewaktu di tengah sungai akhirnya korban tenggelam,” terang Kapolsek.
Beberapa teman lainnya sudah terbiasa dan bisa berenang. Namun, tidak bagi Samsi. Setelah menengah, dia tidak kuat menahan capeknya berenang. Karena itulah, dia tenggelam bersama di kedalaman sungai tersebut. Sedang teman lainnya panik tapi tidak bisa memberikan pertolongan. ( Jab )












